Pangandaran (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyebut populasi banteng jawa (Bos Javanicus) di Cagar Alam Pananjung, Kabupaten Pangandaran bisa menjadi daya tarik wisata edukasi dalm menjaga kelestarian lingkungan.
"Tapi, ini memang jangka panjang, kita juga siapkan juga, nanti kita kaji seperti apa, apakah ini menjadi wisata terbatas atau wisata minat khusus," kata Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jabar Achmad Arifin kepada wartawan di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu.
Ia menuturkan Cagar Alam Pananjung di Kabupaten Pangandaran merupakan habitat banteng jawa yang saat ini sudah ada empat indukan dan melahirkan dua ekor.
Populasi banteng jawa itu, kata dia, merupakan bentuk keberhasilan dari Kementerian Kehutanan bersama pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga banteng jawa agar tidak punah.
"Alhamdulillah, banteng jawa di Pangandaran ini sudah lahir dua anakan, menunjukkan bahwa ini kontribusi dari Kementerian Kehutanan untuk peningkatan populasi," katanya.
Ia mengungkapkan tujuan awal dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup, yakni untuk penyelamatan satwa liar yang dilakukan penyelamatan saat ini pengembangbiakan banteng jawa yang dulu punah di Pangandaran, kini populasinya harus bertambah.
Keberadaan banteng jawa di Pangandaran, kata dia, akan menjadi daya tarik masyarakat untuk melihat satwa liar yang nyaris punah itu, tapi konsepnya seperti apa akan dikaji terlebih dahulu.
Jika melihat konsep wisata di tempat lain, kata dia, ada wisata alam terbatas, misalnya di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur yang terdapat padang sabana yang membolehkan masyarakat melihat satwa liar dari tempat yang jauh.
"Mungkin nanti monokuler atau binokuler, monokuler khusus yang disediakan, sehingga mereka bisa mengamati kehidupan liar yang ada di sana," katanya.
Ia menyampaikan banteng jawa di Cagar Alam Pangandaran saat ini mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi, dinas terkait, masyarakat, dan BRIN yang dibahas bersama di Kantor DPRD Kabupaten Pangandaran.
Harapan dalam reintroduksi banteng jawa itu, kata dia, agar menjadi perhatian bersama dalam menjaga kesehatan satwa, perilaku, pakan, dan sebagainya agar tetap hidup dan populasinya terus bertambah.
"Harapannya memang ke depan pengelolaan pusat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran ini menjadi lebih optimal lagi, tadi ada masukan mengenai kesehatan satwa, perilaku satwa, pakan, itu menjadi catatan kami, selama ini memang sudah dilakukan," katanya.
Ia menegaskan program tersebut tujuannya menjaga kelestarian banteng jawa yang saat ini statusnya konservasi yang terancam punah secara global.
"Yang penting, kelestarian lingkungan, kelestarian banteng jawa-nya sendiri, itu yang jadi prioritas utama," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BBKSDA sebut banteng jawa di Pangandaran jadi daya tarik wisata
