Kabupaten Bogor (ANTARA) - Borderline Economic Summit (BES) 2025 menegaskan peran Bogor Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dengan kontribusi lebih dari 55 persen terhadap PDRB provinsi, berdasarkan paparan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam forum tersebut.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memaparkan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat saat ini mencapai Rp2.800 triliun. Dari jumlah itu, kawasan Bogor Raya, Sukabumi, dan daerah sekitarnya menyumbang sekitar Rp1.500 triliun.
“Yang berkumpul di forum ini adalah para pengambil keputusan atas 55 persen PDRB Jawa Barat. Jadi kalau Bogor Raya tumbuh, Jawa Barat pasti tumbuh, dan Indonesia ikut terdorong,” kata Herman.
Ia menjelaskan bahwa kapasitas ekonomi Bogor Raya menjadi vital karena wilayah itu memiliki konsentrasi penduduk, industri, pusat jasa, serta jalur logistik nasional yang terhubung langsung dengan Jakarta dan Banten.
Menurut dia, percepatan pertumbuhan ekonomi harus dilakukan secara inklusif agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pusat kota, tetapi juga menjangkau desa-desa dan kecamatan di sekitar Bogor Raya.
“Pertumbuhan yang inklusif akan mendorong penurunan kemiskinan dan pengangguran. Kue pembangunan yang besar harus dibagi secara adil,” ujar Herman.
Ia juga menyinggung bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sebab banyak persoalan ekonomi Bogor Raya saling terhubung lintas batas administratif.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menjadi tuan rumah menegaskan bahwa BES dirancang agar kebijakan pembangunan daerah saling terintegrasi dengan wilayah sekitarnya.
“Kami ingin memastikan percepatan pembangunan Kabupaten Bogor selaras dengan daerah tetangga. Karena kesejahteraan masyarakat tidak mengenal batas,” kata Rudy.
