Bandung (ANTARA) - Kesulitan tidur atau insomnia kini menjadi masalah umum di tengah gaya hidup modern. Aktivitas yang padat, tekanan pekerjaan, hingga kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur sering membuat mata tetap terjaga meski tubuh sudah merasa lelah.
Dilansir dari situs Halodoc, tidur cukup selama 7-8 jam per malam sangat penting untuk menjaga konsentrasi, memperkuat daya tahan tubuh, serta membantu menjaga kestabilan emosi agar tetap seimbang sepanjang hari.
Masalahnya, kebiasaan begadang akibat insomnia dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, kurang tidur bisa menyebabkan sulit fokus, mudah marah, dan penurunan daya ingat.
Namun jika berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa lebih parah seperti peningkatan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer.
Agar bisa kembali tidur nyenyak tanpa bantuan obat, berikut 5 tips sederhana mengatasi insomnia yang bisa kamu coba:
1. Terapkan jadwal tidur yang konsisten.
Tidurlah dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Rutinitas ini membantu otak mengenali pola istirahat alami tubuh.
2. Batasi penggunaan gawai sebelum tidur.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat menekan hormon melatonin, hormon penyebab sulit tidur. Sebaiknya, hentikan penggunaan gawai setidaknya 30 menit sebelum tidur.
3. Ciptakan suasana kamar yang nyaman.
Pastikan suhu kamar sejuk, pencahayaan redup, dan kasur bersih. Menyalakan aromaterapi beraroma lavender atau chamomile juga bisa membantu tubuh lebih rileks.
4. Hindari kafein dan makanan berat di malam hari.
Kopi, teh, dan minuman berenergi sebaiknya dikonsumsi maksimal sebelum sore. Jika lapar, pilih camilan ringan seperti buah-buahan atau segelas susu hangat.
5. Rutin berolahraga pada pagi atau siang hari.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau yoga dapat memperbaiki ritme tidur alami. Namun hindari olahraga berat mendekati waktu tidur karena justru bisa membuat tubuh tetap aktif.
Insomnia dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana, asalkan dilakukan secara konsisten. Jika gangguan tidur tetap berlanjut lebih dari dua minggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.
