Tasikmalaya (ANTARA) - Kepolisian Resor Tasikmalaya menyebutkan hasil penyelidikan kasus penemuan seorang pria yang tewas dalam penampungan air (toren) di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, karena ada riwayat penyakit yang diduga kambuh, dan tidak ditemukan tindak kekerasan yang mengarah perbuatan pidana.
"Diduga pada saat memperbaiki, korban mengalami pusing hebat akibat riwayat penyakit darah tinggi yang dimilikinya, sehingga tidak bisa keluar dari tandon air, dan ditemukan meninggal dunia," kata Kepala Polsek Singaparna AKP Roni Hartono kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa.
Ia menuturkan korban bernama Abdul Karim (57) yang sehari-harinya sebagai penjaga rumah kontrakan di Kampung Gunung Putri, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, ditemukan meninggal dunia oleh warga di dalam penampungan air, Selasa pagi.
Kapolsek menyampaikan informasi yang dihimpun dan hasil olah tempat kejadian perkara bahwa korban pertama kali ditemukan dengan kondisi telungkup dan kepala di bawah dalam penampungan air yang berisikan genangan air setinggi 2 sentimeter.
"Korban ditemukan meninggal dunia di dalam tandon air yang terletak di atap kontrakan," kata Roni.
Ia menyampaikan sebelum kejadian salah seorang penghuni kontrakan sempat mengeluhkan kondisi air yang tidak mengalir karena ada masalah pada tempat penampungannya.
Selanjutnya, kata Kapolsek, korban berinisiatif memeriksa dan memperbaiki penampungan air yang berada di atap bangunan, sejak itu korban tidak diketahui lagi keberadaannya, sampai akhirnya diketahui ada tangga yang terpasang mengarah ke lokasi penampungan air.
