Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan rencana proyek pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di wilayah DKI Jakarta dan Bandung Raya masih terkendala persoalan keterbatasan lahan serta akses air untuk pengelolaan.
"Sebenarnya yang sangat kita tunggu adalah Jakarta dan Bandung. Namun demikian kedua-duanya belum siap," kata Hanif di Tangerang, Jumat.
Ia menyebutkan sejauh ini telah dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan untuk mendukung pengurangan sampah dengan memanfaatkannya menjadi energi terbarukan, salah satunya dengan PSEL.
Nemun, katanya, karena masalah ketersediaan lahan dan pasokan air untuk pengelolaan, dua wilayah tersebut hingga kini belum direkomendasikan sebagai lokasi program PSEL.
"DKI Jakarta masih harus menyiapkan ketersediaan tanahnya dan kecukupan airnya serta aksesibilitasnya. Untuk Bandung Raya juga demikian," ujarnya.
Hanif menyampaikan, bukan hanya persoalan ketersediaan lahan, minimnya akses air juga menjadi kendala yang dihadapi untuk mengusulkan dua daerah itu dalam program penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.
Oleh karenanya, ia meminta agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta stakeholder terkait untuk segera mengatasi kendala tersebut.
Dia juga mengingatkan ke dua pemerintah daerah itu untuk senantiasa waspada dan harus segera mencari solusi agar bisa menangani penumpukan sampah yang menjadi pemicu terjadinya hujan mikroplastik.
"Kita minta tolong kepada seluruh kita untuk segera melengkapi karena potensi sampahnya cukup sangat besar," kata dia.
