Faktor lain yang tak bisa dikesampingkan adalah materi pemain.
Skuad Indonesia memiliki pemain-pemain yang berkompetisi di tujuh dari sebelas liga sepak bola terbaik di dunia. Ketujuhnya adalah Serie A Italia, Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, Pro League Belgia, Liga Championship Inggris, MLS Amerika Serikat, dan Eredivisie Belanda.
Ada sepuluh pemain yang bermain di liga-liga elite itu, termasuk Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A dan Calvin Verdonk bersama Lille di Ligue 1.
Baik Sassuolo maupun Lille tengah berada di papan tengah klasemen dengan cuma berselisih 5-9 poin dari pemuncak klasemen.
Empat pemain Indonesia lainnya memperkuat tim-tim yang sedang berada di papan tengah Eredivisie, termasuk Justin Hubner bersama Fortuna Sittard dan Dean James bersama Go Ahead Eagles.
Indonesia juga memiliki pemain-pemain liga lokal yang mumpuni termasuk Rizky Ridho, dan klub papan atas Liga Thailand, yang sudah sering bermain bareng, termasuk empat pemain Persib, sehingga menunjang kekompakan di lapangan dan membentuk tim yang solid.
Dengan materi pemain yang bisa menularkan pengalaman bermain di iklim sepak bola kompetitif seperti itu, Indonesia bisa berbuat banyak di Saudi, sehingga tiket putaran final Piala Dunia FIFA bukan hal mustahil untuk didapatkan.
Mereka akan melawan dua tim yang hampir semua pemainnya jebolan dalam negeri, walau pamor Saudi Pro League tak kalah dari liga-liga Eropa.
Meskipun begitu, waspada itu wajib. Bukan hanya terhadap muka-muka lama, tapi juga muka-muka baru seperti Marwan Al Sahafi dan Saud Abdulhamid dalam skuad Saudi.
Al Sahafi adalah pemain sayap Royal Antwerp, klub asal kiper Manchester United, Senne Lammens. Sedangkan Abdulhamid menjadi pesepakbola Saudi pertama yang mencetak gol dalam kompetisi Eropa ketika AS Roma membabat Braga 3-0 pada 12 Desember 2024 di Liga Europa.
Dari Irak yang diperkuat bek Persib Frans Putros, selain Aymen Hussein yang sudah mencetak empat gol, salah satu pemain yang harus diwaspadai adalah Zidane Iqbal, mantan gelandang Manchester United yang kini rekan bermain gelandang serang skuad Garuda, Miliano Jonathans, di Utrecht.
Pemain-pemain asuhan Patrick Kluivert juga tak boleh terjebak dalam permainan emosi, karena sangat mungkin, terutama melawan Saudi, mereka akan menjalani laga yang menguras emosi.
Saudi tampaknya akan mengerahkan segalanya agar lolos ke Piala Dunia 2026 karena bisa menjadi tonggak untuk ambisi sukses Piala Dunia 2034 ketika mereka menjadi tuan rumahnya.
Untuk melawannya, Garuda mesti bertarung dalam mentalitas underdog, apalagi sampai bisa mencetak gol lebih dulu. Jika ini semua terjadi, momentum bisa dalam kendali Garuda.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Garuda lebih berkembang daripada Arab Saudi dan Irak
