Jakarta (ANTARA) - Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga menyebut tak dipanggilnya Marselino Ferdinan untuk memperkuat timnas Indonedia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober mendatang adalah murni keputusan dari pelatih Patrick Kluivert.
Menurut Arya dalam acara playoff Media Cup PSSI 2025 di Jakarta, tak ada intervensi dari siapa pun terhadap keputusan ini dan murni datang dari diskusi Kluivert dengan staf kepelatihannya.
“Itu semua kewenangan pelatih. Selama kami di PSSI, pak Erick (Thohir) tidak pernah ada kita bisa cawe-cawe. Siapapun pelatihnya, Nova (Arianto) sekalipun pelatihnya, di Timnas U-17, tidak boleh itu ada cawe-cawe untuk pemain atau orang tertentu untuk memasukkan pemain,” kata Arya.
Arya melanjutkan, bahwa Kluivert “pasti punya pertimbangan sendiri kenapa sampai (Marselino) tidak dipilih”.
Ia menambahkan, mungkin saja itu karena Marselino belum mendapatkan menit bermain di klub barunya, AS Trencin di Slovakia. Trencin, yang merupakan mantan klub Witan Sulaeman, meminjam Marselino dari Oxfrod United selama satu musim.
Soal menit bermain, mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut juga kesulitan menembus tim utama Oxford yang bermain di Championship atau kasta kedua di Inggris. Sejak didatangkan dari KMSK Deinze pada musim lalu, Marselino hanya tampil dua kali untuk Oxford, yaitu di Championship dan Piala FA, dengan total 14 menit bermain.
“Mungkin, karena jam bertandingnya belum ada. Jadi, itu mungkin yang jadi pertimbangan pelatih,” tutur Arya.
Arya juga menambahkan, pemilihan skuad ini juga berdasarkan hasil evaluasi dari dua pertandingan FIFA Match Day melawan Taiwan dan Lebanon di Surabaya beberapa waktu lalu.
Dari dua laga itu, Marselino selalu bermain dari bangku cadangan, dengan total 55 menit bermain dari dua pertandingan dalam pakem formasi baru menggunakan empat bek.
