Bandung (ANTARA) - Sebanyak 50 pengusaha muda dari 22 kecamatan mengikuti Camp Entrepreneur yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain melalui siaran persnya di Bandung, Rabu, menyatakan Program Camp Entrepreneur merupakan kelanjutan dari seleksi 3.750 pendaftar yang kemudian disaring menjadi 250 peserta untuk lima jenis pelatihan, mulai dari barista, fotografi, hingga keterampilan lain.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan berjenjang bagi wirausaha pemula, mulai dari pelatihan dasar hingga pendampingan usaha untuk mendorong lahirnya inovasi bisnis baru di Kota Bandung, kata dia.
Dia juga menyampaikan pentingnya membangun karakter dan mental wirausaha agar mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi lapangan kerja.
“Karena itu, kita harus melatih mental agar kuat menghadapi persaingan. Saya berharap adik-adik yang ikut camp ini mendapat pengalaman berharga dan bisa mempraktikkannya di lingkungan masing-masing. Bandung adalah kota kreatif, sehingga harus terus lahir inovasi-inovasi baru dari para pemuda,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa dan pekerja dari luar kota semakin memperbesar tantangan bagi generasi muda Bandung untuk mendapatkan peluang kerja. Oleh sebab itu, pemerintah kota mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha yang siap berkembang di berbagai sektor.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bandung Sigit Iskandar memaparkan rangkaian pembinaan meliputi pemetaan bakat, penguatan karakter, hingga bootcamp yang dirancang untuk memperkokoh mental wirausaha para peserta sebelum mereka memulai bisnis secara mandiri.
“Pelatihan ini bukan sekadar pembekalan dasar. Peserta benar-benar dipersiapkan agar bisa menjadi pengusaha yang tangguh, siap bersaing, bahkan berpotensi menjadi trainer bagi pemuda lain di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Pemkot Bandung juga memastikan peserta terbaik akan terus diberdayakan, termasuk menjadi mentor bagi generasi selanjutnya sehingga ekosistem kewirausahaan muda di tingkat kewilayahan dapat berkembang secara berkelanjutan.
