Bandung (ANTARA) - Sekitar 1.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan sembilan negara ambil bagian dalam lomba lari jarak jauh BDG100 Ultra yang digelar di Kabupaten Bandung Barat, 12-14 September.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme para peserta tahun ini. BDG100 Ultra bukan sekadar lomba lari, tetapi juga perayaan semangat, ketahanan, dan kebersamaan,” kata Race Director BDG100 Ultra Aditya Tama dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.
Aditya menyebut lomba lari tersebut pada edisi tahun ini turut dihadiri peserta dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Australia, Austria, Prancis, Amerika Serikat, hingga Jepang.
Mereka berkompetisi menaklukkan berbagai rute menantang yang melintasi pegunungan di wilayah utara Bandung.
Ia menjelaskan untuk lintasan yang ditempuh meliputi jalur Gunung Palasari, Gunung Manglayang, Gunung Pangparang, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Lingkung, Gunung Kramat, Gunung Tangkuban Parahu, hingga Gunung Burangrang.
“Kontur menanjak, turunan curam, dan hutan lebat menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari,” kata dia.
Aditya mengatakan BDG100 Ultra pada tahun ini menyediakan enam kategori lomba, yakni 13K, 27K, 42K, 70K, 100K, dan 163K.
Selain menguji ketahanan fisik, peserta juga dimanjakan dengan panorama khas Bandung yang indah dan udara sejuk pegunungan.
“Rute yang disajikan tidak hanya menguji ketahanan fisik para pelari, tetapi juga memanjakan mata dengan pemandangan alam khas Bandung yang indah dan menyejukkan,” katanya.
Ia berharap BDG100 Ultra 2025 dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berskala internasional di masa mendatang.
“Dengan BDG100 Ultra 2025, Bandung semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi utama olahraga lari trail di Indonesia,” kata dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026