Bandung (ANTARA) - Komunitas motor Reborn Indonesia menegaskan akan terus menyuarakan untuk terus menjaga Kota Bandung dan Indonesia serta saling menjaga antar warga, di tengah ramainya aksi demonstrasi yang berakhir ricuh, termasuk di Kota Kembang.

"Kita akan suarakan terus agar jaga Bandung, jaga Indung, warga jaga warga, terus kita gaungkan. Indonesia cinta damai," kata Founder Reborn Indonesia Indra Kusuma Wardhana (Baba Sang Legenda) di Bandung, Senin.

Indra mengatakan pihaknya tidak anti pada aksi demonstrasi. Malah menurutnya penyampaian aspirasi dan pendapat perlu dilakukan, tapi tidak perlu anarkis dan melakukan perusakan.

"Jika sudah anarkis, itu tindakannya enggak benar ya. Suara itu boleh disuarakan. Hanya kalau anarkis dan pengerusakan itu sudah tindakan kriminal menurut saya. Dan kalau kita lihat-lihat, bukan orang yang peduli terhadap negara dan bangsa ini kalau yang melakukan aksi pengerusakan dan vandalisme," ucapnya.

Reborn Indonesia, pada Senin ini, melakukan pengecatan pada beberapa fasilitas kota di sekitaran Jembatan layang Cikapayang, guna menghapus jejak-jejak aksi vandalisme imbas demonstrasi di Bandung yang berakhir ricuh.

Kegiatan ini, diakui Indra, kerap dilakukan pihaknya yang rutin dilaksanakan tiap 17 Agustus dengan pengecatan trotoar, atau menghapus coretan-coretan vandalisme di sudut-sudut kota.

Untuk kegiatan kali ini, Indra mengatakan yang terlibat pada tahap awal sekitar 20 orang dengan harapan akan semakin banyak yang datang, termasuk beberapa pemengaruh (influencer) yang akan hadir seperti Eddi Hidayatullah (Brokoli), guna membantu aksi kali ini yang dipusatkan di sekitaran konsentrasi massa demonstrasi.

"Hari ini kami mengecat, menghilangkan hasil vandalisme-vandalisme, hasil bekas dari aksi demonstrasi masa kemarin. Hal ini kami lakukan, karena kami cinta kota ini, Bandung adalah kota kita, Bandung juara dan Bandung cinta damai," kata Indra.

Demonstrasi di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir berakhir ricuh.

Di Bandung akibat demo tanggal 29-30 Agustus 2025, sedikitnya bangunan yang terdiri atas aset MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda, Gedung DPRD Jabar, 10 motor, warung makan lainnya, dan infrastruktur di bawah jembatan Pasoepati mengalami kerusakan.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026