Bandung (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan struktur jalan layang (fly over) Prof Mochtar Kusumaatmadja atau Pasupati di Kota Bandung aman digunakan masyarakat usai aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di Bandung pada tanggal 29-30 September 2025.
Langkah antisipatif ini dijalankan dengan dilakukannya pengecekan terhadap Jembatan Pasupati oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional DKI Jakarta - Jawa Barat pada Senin (1/9), dengan tim teknis melakukan identifikasi awal untuk memastikan kondisi struktural jembatan, khususnya titik yang ikut terbakar saat video tron dibakar massa.
"Tim teknis melakukan identifikasi awal untuk memastikan kondisi struktur jembatan, tiap kali ada kejadian apapun, kita pasti sebagai pemilik ruas ya, kita selalu mengantisipasi hal sekecil apapun. Salah satunya kita identifikasi habis ada kejadian Jumat malam itu," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV, Alik Mustakim, di Bandung, Senin.
Meski demikian, Alik mengatakan secara kasat mata, infrastruktur Jembatan Pasupati dalam kondisi baik, di mana dari Sabtu malam, telah dilewati kendaraan secara aman.
"Tapi ini bagian dari tugas kita untuk identifikasi. Ya pasti nantinya udah ada tim dari Balai Jembatan ya yang sedang identifikasi, nanti tinggal hasilnya. Dan Insya Allah kalau kami sih optimis hasilnya baik-baik saja. Tapi nanti pastinya secara teknis ya dari Balai terkait yang akan mengolah hasilnya," ucapnya.
Alik mengatakan pemeriksaan ini untuk memastikan keamanan jembatan Pasupati yang merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan kawasan Pasteur dan Cicaheum Bandung ini, sekaligus ikon Kota Kembang ini.
