Bandung (ANTARA) - Kuliner berbahan dasar aci atau tepung tapioka telah menjadi salah satu identitas khas Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Tak hanya digemari oleh masyarakat lokal, makanan dari aci kini menjelma menjadi tren kuliner yang digemari lintas generasi dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Istilah "aci" dalam bahasa Sunda berarti tepung tapioka, yaitu tepung yang berasal dari pati singkong. Tepung ini menjadi bahan dasar dari berbagai kudapan dan makanan ringan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sunda, terutama di wilayah Priangan seperti Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.
Awalnya, aci digunakan karena ketersediaannya yang melimpah di daerah pedesaan. Singkong sebagai bahan baku utama tumbuh subur di Jawa Barat, dan pengolahannya menjadi tepung aci dilakukan secara tradisional. Tepung ini kemudian diolah menjadi berbagai makanan dengan cita rasa kenyal, gurih, dan khas.
Mengapa Aci Bisa Populer?
Popularitas aci semakin meningkat karena teksturnya yang unik-kenyal, lembut, dan mudah dikombinasikan dengan berbagai rasa seperti pedas, asin, hingga manis.
Selain itu, kemudahan dalam mengolah aci menjadi berbagai produk, serta kreativitas pelaku UMKM kuliner di Jawa Barat, mendorong aci naik kelas menjadi makanan kekinian yang digemari oleh anak muda. Platform media sosial juga berperan besar dalam memperluas jangkauan kuliner ini ke luar daerah.
Contoh Olahan Kuliner Berbahan Dasar Aci
Berbagai olahan aci telah dikenal luas masyarakat. Di antara yang paling populer adalah:
1. Cilok (Aci Dicolok):
Bola-bola aci yang direbus dan disajikan dengan bumbu kacang atau sambal. Nama "cilok" berasal dari singkatan "aci dicolok", karena umumnya dimakan menggunakan tusukan bambu.
2. Cimol (Aci Digemol):
Aci yang dibentuk bulat kecil, digoreng, lalu ditaburi bumbu kering seperti balado atau keju. Nama "cimol" berasal dari "aci digemol" yang berarti dibulatkan.
3. Cireng (Aci Digoreng):
Aci yang digoreng, sering kali dengan isian seperti daging ayam, keju, atau sosis. Cireng memiliki tekstur luar yang renyah dan dalamnya tetap kenyal.
4. Cilor (Cilok Telur):
Cilok yang dicelupkan ke telur kocok lalu digoreng, menghasilkan perpaduan rasa gurih dan kenyal.
5. Tahu Aci:
Tahu yang diisi adonan aci, lalu digoreng. Populer di daerah Tegal, namun variasinya juga banyak ditemukan di Bandung.
Dalam membuat tepung aci biasanya dimulai dengan memarut singkong untuk menghasilkan pati, kemudian hasilnya disaring dan diendapkan, baru setelahnya dikeringkan. Dalam pengolahannya, aci biasanya dicampur dengan air panas untuk membentuk adonan kenyal. Kadang ditambahkan tepung terigu, daun bawang, atau penyedap rasa sesuai kebutuhan.
Proses memasak olahan aci umumnya menggunakan teknik rebus, goreng, atau kukus. Dengan bahan sederhana, aci bisa menjadi makanan yang murah meriah namun kaya rasa.
Kuliner aci adalah bukti bahwa makanan tradisional dapat terus bertahan dan beradaptasi dengan zaman. Berawal dari bahan sederhana, olahan aci telah menjadi simbol kreativitas kuliner masyarakat Jawa Barat dan kini dinikmati secara luas oleh berbagai kalangan. Dengan inovasi yang terus berkembang, aci diprediksi tetap akan menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.
