Jakarta (ANTARA) - Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah adanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela,” ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, bahwa pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.
Dari dalam negeri, Ia mengatakan IHSG ditopang oleh stabilitas makro, optimisme awal tahun, serta rotasi ke saham-saham sektor komoditas energi dan emas yang diuntungkan oleh ketidakpastian global.
“Kombinasi ini membuat IHSG tetap menguat meski ada sentimen geopolitik eksternal,” ujar Reydi.
Pada awal tahun ini, Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar cenderung fokus terhadap faktor fundamental, bukan isu geopolitik sesaat.
Adapun, faktor-faktor fundamental yang dimaksud seperti arah kebijakan suku bunga global, khususnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS The Fed.
Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026