Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat maksimalkan pendapatan dari empat sarana olahraga yang dikelola guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Cianjur Dera Firman Fachruzi di Cianjur, Selasa, mengatakan saat ini terdapat empat sarana atau fasilitas olahraga yang dikelola seperti Lapang Sepak Bola Badak Putih, Gedung Gelora Muda, Lapang Tenis Wiralaga, dan Gedung Wismakarya.
"Kami optimistis target pendapatan per tahun dari empat fasilitas olahraga yang dikelola dapat menyumbang PAD setiap tahun, di mana tahun lalu tercapai sebesar 100 persen atau Rp150 juta," katanya.
Sehingga target pendapatan di tahun 2025 dapat dimaksimalkan meski angka yang diberikan tidak terlalu jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya mengupayakan pendapatan dari pengelolaan tempat olahraga dapat meningkat sekitar 20 persen atau di angka Rp180 juta.
Namun pihaknya mencatat ada sejumlah kendala yang ditemukan di lapangan untuk mengejar target, salah satunya saat bulan puasa dan Lebaran di mana target penerimaan retribusi kurang maksimal.
"Jadi dalam setahun hanya 10 bulan yang bisa efektif menggenjot penerimaan untuk PAD, sehingga di tahun ini berbagai cara dilakukan agar target pendapatan dari empat fasilitas olahraga tetap tercapai hingga 100 persen," katanya.
Bahkan, ungkap dia, berbagai kegiatan lomba yang sudah tercatat menjadi agenda tahunan di fasilitas olahraga milik pemerintah itu akan lebih ditingkatkan sehingga pemasukan dari penyewaan dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami juga menggencarkan promosi dan melakukan perbaikan serta menambah sarana dan prasarana penunjang agar fasilitas yang kami kelola banyak diminati berbagai kalangan untuk menggelar kegiatan selain kegiatan olahraga," katanya.
