Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara menjajaki program sister city atau kota kembar dengan Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan sinergitasitas antarkedua pihak.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menjelaskan bahwa pemerintah kota setempat tengah menyiapkan kawasan strategis pariwisata yang terintegrasi dengan berbagai sektor.
"Tapi kami juga sadar bahwa setiap kota punya tantangan sendiri. Karena itu, kami kemarin datang ke Bandung, kota yang kreatif dan terbuka untuk kolaborasi," ujar Rico Waas, di Medan, Jumat
Dia menilai bahwa wilayah yang dipimpinnya memerlukan pemahaman dari Pemerintah Kota Bandung di berbagai sektor karena dikenal sebagai kota kreatif di Indonesia.
Wali Kota berharap Kota Medan dapat berkolaborasi dengan Kota Kembang itu di sektor pendidikan, kebudayaan, ekonomi, hingga industri kreatif.
"Kami berharap agar sinergi antara Medan dan Bandung bisa ditingkatkan, bahkan terbuka menjalin hubungan sebagai sister city," kata dia.
Rico Waas sebelumnya mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) hingga seluruh camat se-kawasan wilayah itu melakukan kunjungan kerja praktik di Pemerintah Kota Medan.
Dalam kunjungan itu, Rico Waas menyampaikan bahwa kota yang dipimpinnya memiliki potensi ekonomi dan budaya yang besar untuk dapat dikembangkan bersama.
Wali Kota menjelaskan Kota Medan merupakan kota terbesar di Sumatera Utara dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp329 triliun.
"Kita bisa buktikan dari makanan, kerajinan, hingga pakaian. Semua punya kekhasan—keripik Batak, Melayu, Karo, Nias—belum lagi busana adat yang juga beragam," kata dia.
Oleh karena itu, pihaknya meningkatkan Kota Medan dapat menerapkan pola yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung yang mampu membranding potensi yang dimiliki
"Kami menyoroti keberhasilan branding kawasan di Bandung seperti Braga. Kami keinginan agar Medan juga bisa mengembangkan kawasan dengan segmentasi kuat dan citra khas," sebut dia.
