Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berupaya menjalin kemitraan dengan pasar modern untuk memasarkan berbagai produk industri kecil menengah (IKM) lokal, sehingga bisa meningkatkan penjualan dan akhirnya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.
"Kemitraan ini menjadi konsen terlebih kita sudah ada perda terkait dengan tata kelola pasar rakyat, minimarket, pusat perbelanjaan yang di dalamnya adalah kemitraan antara retail modern dengan IKM lokal," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Effendi saat acara kurasi produk IKM di Garut, Kamis.
Ia menuturkan program kemitraan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Bupati dan Wakil Bupati Garut yang terus berupaya mendorong produk lokal Garut, agar bisa naik kelas di pasar nasional maupun global.
Program tersebut, kata dia lagi, akan berkelanjutan dengan menjalin mitra strategis bersama perusahaan yang mengelola pasar modern untuk bekerjasama memasarkan produk yang diproduksi oleh IKM di Garut.
Ia menyebutkan peluang untuk memasarkan produk IKM di pasar modern di Garut cukup banyak, tercatat ada 360 minimarket yang tentunya siap membantu pemasarannya sehingga bisa meningkatkan penjualan.
"Ada 360 minimarket yang ada di Kabupaten Garut, ini juga ingin mendorong masuk ke situ," katanya lagi.
Dia menyebutkan saat ini mulai bermitra dan melakukan tahapan kurasi untuk produk IKM di Garut, yakni dengan Pasar Swalayan Superindo di Garut.
Menurut dia, mitra dengan pasar swalayan tersebut menjadi pemicu siap memasarkan sejumlah produk IKM di Garut yang tentunya tidak hanya di Garut, melainkan di swalayan cabang lainnya di Indonesia, dan pasar mancanegara.
"Superindo itu punya grup di luar negeri, siap-siap produk ibu juga ada di Singapura, Malaysia, di Timur Tengah di mana pun," katanya pula.
Ia menambahkan upaya pengembangan produk IKM di Garut itu terdapat peran strategis oleh Perkumpulan Pelaku Usaha Kecil Menengah Agro (PUKMA) Garut sebagai mitra dalam sektor industri kecil.
Dia berharap PUKMA Garut bisa menjadi pelopor PUKMA Provinsi Jawa Barat dengan menjalin jejaring sampai tingkat kecamatan untuk melakukan pembinaan dan pengembangan produk IKM agar bisa terus naik kelas pemasarannya.
"Ini menjadi konsen kita, dan insya Allah kegiatan ini bisa berkelanjutan," katanya lagi.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina mengatakan, selama ini yang cukup berat bagi pelaku IKM salah satunya menemukan pasar yang akan membeli produknya secara berkelanjutan.
"Maka dari itu kesempatan hari ini di mana teman-teman sudah masuk ke dalam kurasi untuk produk IKM yang nanti akan masuk ke salah satu retail modern yang cukup besar di Indonesia," kata dia pula.
