Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyalurkan bantuan pada korban terdampak tanah longsor di Kecamatan Banjarwangi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa, menjelaskan, selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga memberikan santunan bagi warga yang anggota keluarganya meninggal dunia akibat tertimpa longsor.
"Kita memberikan santunan untuk pemulasaran. Dari provinsi juga ada memberikan santunan," katanya.
Ia menuturkan, hujan deras berlangsung lama mengguyur wilayah selatan Garut menyebabkan bencana tanah longsor, dan menimpa rumah warga di Kampung Cipongpok, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Minggu (3/8) malam.
Tim dari BPBD Garut dan unsur lainnya, kata dia, langsung melakukan asesmen untuk menangani masyarakat yang terdampak bencana longsor, termasuk mengevakuasi seorang anak yang tewas akibat tertimpa bangunan rumah dan material longsor.
Ia menyampaikan, tim dari BPBD Garut dan dinas terkait lainnya sudah menyalurkan bantuan di antaranya kebutuhan makanan, perlengkapan tidur, mandi, dan pakaian yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
"Selain berupa uang, ada bantuan perlengkapan tidur dari BPBD, seperti selimut, matras, pakaian, perlengkapan mandi. Kalau makanan dari Dinsos," katanya.
Ia menyampaikan, bantuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup korban itu diberikan kepada lima kepala keluarga atau yang tinggal di lima rumah terdampak bencana alam tanah longsor .
Pemkab Garut, kata dia, terus memantau setiap perkembangan di lokasi bencana tersebut, termasuk mengingatkan masyarakat untuk tidak tinggal di rumah apabila turun hujan.
"Kita imbau kepada kepala desa di sana untuk saat hujan jangan dulu dihuni, dan mengungsi yang memang rumah keluarganya masih dekat-dekat di sana," katanya.
Selain dari pemerintah daerah, bantuan juga disalurkan dari jajaran Polres Garut yang diserahkan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto kepada warga korban bencana tanah longsor.
Kapolres bersama jajarannya juga meninjau langsung kondisi rumah warga yang tertimpa material longsoran tanah tebing setinggi tujuh meter, dan memastikan sudah mendapatkan penanganan darurat dan proses evakuasi warga.
"Kami telah instruksikan langkah-langkah mitigasi, dan evakuasi warga di titik-titik rawan bencana," katanya.
Bencana tanah longsor di Kampung Cipongpok, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi menyebabkan seorang anak perempuan Gina (10) yang sedang tidur di ruang tengah rumah meninggal tertimpa material bangunan.
