Melalui platform WebGIS, kata dia, informasi strategis desa seperti lokasi UMKM, lahan pertanian unggulan, dan aset desa lainnya dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui telepon seluler pintar maupun komputer.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi langsung melakukan pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat pedesaan secara berkelanjutan dan langsung berinteraksi dengan pelaku usaha, Bumdes, dan lahan pertanian.
"Data yang dihimpun diolah dan divisualisasikan dalam sistem WebGIS," katanya.
Ia berharap peta digital interaktif yang dapat diakses secara daring itu menjadi alat bantu perencanaan berbasis data spasial, dan juga berfungsi sebagai media promosi potensi lokal ke khalayak lebih luas, terutama calon investor.
"Diharapkan program ini menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Garut maupun wilayah Indonesia lainnya dalam rangka memperkuat transformasi digital di tingkat lokal," katanya.
