"Bu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar memastikan upaya reforestasi, atau penghutanan kembali lahan di DAS Citarum dan Cimanuk, akan dilaksanakan segera. Rencananya, upaya normalisasi tersebut akan dimulai April 2017," kata Ahmad Heryawan dalam siaran persnya, Jumat.
Gubernur yang akrab disapa Aher ini menuturkan beberapa hari lalu dirinya menghadiri rapat bersama Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di kantor Wakil Presiden RI, Menteri LHK Siti Nurbaya usai rapat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, tentang reforestasi DAS Citarum dan Cimanuk.
Aher secara khusus mengapresiasi, karena menurutnya ini adalah penyelesaian hulu yang paling besar. "Biasanya memang di hilir yang banyak penyelesaiannya, pengerukan sungai itu yang sering jadi penyelesaian," kata dia.
Ia berharap pada tiga hingga empat tahun ke depan, bisa terlihat perubahan yang diharapkan. "Prinsipnya, Jabar siap menyukseskan progam ini bersama-sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya," ujar Aher.
Dirinya menyatakan kesiapannya selaku pemerintah daerah dalam melancarkan segala upaya untuk menormalisasi sungai ataupun memperbaiki ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk di wilayah Jawa Barat.
Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menuturkan setidaknya kerusakan yang terjadi di lahan DAS Citarum adalah seluas 18.600 hektare, sementara kerusakan yang terjadi di DAS Cimanuk hulu sekitar 9.400 hektare.
"Adapun secara teknis, upaya reforestasi DAS di wilayah Citarum dan Cimanuk Jawa Barat, akan dimulai dengan penanaman secara konvensional, yaitu dengan membagikan bibit kepada masyarakat untuk ditanam di wilayah DAS," kata dia.
Sementara untuk kawasan tak berpenghuni, kata Siti, akan dilakukan mekanisme "Aerial Seeding" atau pembibitan yang disebar menggunakan helikopter.
Ia menambahkan, akan dilakukan pula upaya perbaikan di hilir sungai, yaitu dengan membangun infrastruktur pendukung seperti bendungan, sumur resapan, dan lain sebagainya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso menambahkan bahwa untuk perbaikan di kawasan hilir, kementeriannya berencana membangun sejumlah curug atau tempat mengalirkan air dan waduk guna mencegah banjir.
"Di Bandung sendiri, kita tahu memang Bandung cekungan, kalau di Cieunteung, kita lakukan pembebasan tanahnya di sana 8 hektare kita akan memompa airnya dari Cieunteung ke Citarum. Sedangkan Citarum sendiri sepanjang 32 km kita akan normalisasi," kata Imam.
Selain itu, kata Imam, yang akan dibuat di Jawa Barat adalah membuat curug Jompong dari aliran sungai Citarum, yaitu berupa terowongan sepanjang 260 meter dengan harapan penyempitan sungai Citarum yang menyebabkan luapan air masuk dan menyebabkan banjir di Kota Bandung dapat tertanggulangi.
"Kita rencananya tahun 2017 ini sudah mulai sungai Cieunteung. Kemudian, sungai Citarum tahun 2018. Sedangkan, untuk terowongan Curug Jompong, kita mulai tahun 2017 ini. Jadi kita harap tahun 2019 semua sudah selesai," katanya. ***2***
Pewarta: Ajat S: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026