Pelaksanaan siaga itu melibatkan sejumlah instansi yaitu Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, termasuk melibatkan TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam operasi penyelamatan.
Helikopter, kapal SAR, dan kendaraan darat yang di lengkapi peralatan SAR sudah disiapkan untuk mendukung evakuasi cepat jika terjadi kecelakaan.
Layanan komunikasi dan sistem informasi untuk memantau pergerakan arus mudik juga sudah ditingkatkan sehingga informasi seputar kerawanan arus mudik kepada masyarakat tak terputus.
Dalam hal ini, kata dia, Basarnas mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan mudik, mengikuti aturan lalu lintas, dan bila membutuhkan pertolongan evakuasi dapat menghubungi nomor pusat Basarnas 115 yang siap melayani 24 jam secara gratis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas antisipasi keadaan darurat selama mudik Lebaran