Antarajabar.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menjadi responden pertama untuk pendataan Sensus Ekonomi 2016 yang dilakukan di wilayah Jawa Barat oleh petugas BPS Kota Bandung, di rumah dinasnya Gedung Pakuan Bandung, Minggu.
        
Kepada petugas sensus yang mewawancarainya, Aher menjelaskan bahwa di kediaman dinasnya tersebut ia tinggal bersama satu orang istri serta empat orang anak, dan  satu orang pegawai rumah tangganya, sehingga total ada tujuh orang anggota keluarga dalam rumah tersebut.
        
Sementara dua orang anak Aher lainnya tinggal kos di Kota Depok dan tidak menjalani pendataan.
        
Dalam wawancara tersebut Aher menjelaskan bahwa dirinya, istri, keempat anaknya, serta satu orang pegawainya tidak sedang memiliki ataupun menjalani satu pun usaha.
        
Sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat tahun 2008, ia bersama istri fokus pada pekerjaannya sebagai pejabat negara, yakni gubernur.
       
Sementara itu, terkait Sensus Ekonomi ini Aher pun berharap sensus ini bisa berhasil dan menggambarkan data ekonomi penting di Jawa Barat.
        
Menurutnya dengan data ekonomi yang akurat bisa dilakukan analisis terhadap kondisi kemajuan ekonomi, peredaran uang, jumlah industri atau dunia usaha di Jawa Barat, hingga analisis mengenai out put ekonomi atau konsumsi masyarakat di Jawa Barat.
        
"Pertama, dengan data seperti ini ke depan kita bisa melakukan langkah-langkah berdasarkan data tersebut. Yang kedua, saya ingin kepada masyarakat semuanya jika datang petugas sensus ke rumah masing-masing terima dengan baik, katakan apa adanya, tidak ada dampak apa pun  dampak positif pasti ada itu lah yang kita inginkan. Tapi dampak negatif tidak ada sama sekali," kata  Aher usai dirinya menjalani sensus.
        
Menurut dia, SE 2016 hanya mendata kekuatan ekonomi di Jawa Barat, sehingga bisa dihitung berapa PDRB Jawa Barat, potensi ekonomi dan lain sebagainya.
         
Sensus Ekonomi ini merupakan pendataan terhadap semua data ekonomi, baik yang berskala ekonomi besar, sedang, kecil hingga mikro, termasuk di dalamnya jumlah tenaga kerja yang diserap, out put yang dihasilkan, upah buruh dan sebagainya.
        
Dalam Pasal 8 Undang-Undang Statistik, sensus diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 10 tahun oleh BPS, yang meliputi Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi.
        
Sementara Sensus Ekonomi yang digelar tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-4 kalinya setelah sebelumnya pada tahun 1986, 1996 dan 2006.
        
Minggu (1/5) ini merupakan hari pertama dilakukannya pendataan untuk Sensus Ekonomi 2016 yang akan melibatkan sekitar 66.981 orang pegawai lapangan baik dari BPS serta pegawai lapangan dari mitra BPS dan akan selesai pada tahun 2018 mendatang.
        
Sensus ekonomi ini merupakan sensus paling kompleks dengan responden yang bervariasi karena pelaksanaannya mencakup 19 sektor ekonomi, yang diperkirakan melibatkan 28 juta pelaku usaha di 34 provinsi, 98 kota, 433 kabupaten, 6.989 kecamatan dan 23.169 desa.

   


Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026