Konsep pariwisata dengan menonjolkan keunikan budaya, sejarah dan kentalnya nuansa religi di Kota Cirebon juga diamini oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat.
Kunjungan wisman adalah momentum bagi Pemkot Cirebon untuk kembali mengembangkan potensi pariwisata berbasis sejarah lokal.
Kota Cirebon menawarkan paket komplit untuk historical tourism. Sebut saja, empat keraton yang terdiri dari Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprambonan.
Bagi wisatawan Eropa, Kota Cirebon bisa menjadi lokasi untuk mengenang leluhur mereka. Peninggalan kolonial, kerajaan dan yang bercorak religi ada di sini.
Optimalisasi wisata sejarah di Cirebon sudah dilakukan sejak dulu dan sekarang. Hasilnya sampai Agustus 2023 terdapat 2.297.703 orang yang berwisata di Kota Cirebon, baik itu turis domestik maupun mancanegara.
Data itu menunjukkan Kota Cirebon tetap menjadi primadona di kalangan wisatawan. Artinya kendati luas wilayahnya kecil, kalau berbicara budaya, tradisi, dan sejarahnya, maka daerah itu begitu kaya.
Sebagai contoh, Kota Cirebon memiliki 20 produk kebudayaan yang sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTB). Kemudian ada pula 61 cagar budaya, 42 objek diduga cagar budaya dan 236 karya budaya.
Ke depan, Disbudpar Kota Cirebon merancang konsep kampung wisata guna mendongkrak kunjungan turis di daerahnya.
Semua itu menjadi bukti Pemkot Cirebon telah melaksanakan program untuk melindungi karya budaya, sekaligus menghargai produk karya leluhur. Tentu semua upaya pemerintah itu memerlukan dari semua lapisan masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sambutan hangat dan pesona budaya Kota Cirebon yang pikat turis asing
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026