Dalam waktu dekat ia tertarik menjajal kekayaan kuliner Nusantara yang tersohor akan kelezatannya. Entah Cirebon atau daerah lain di Indonesia.
Pengembangan objek wisata
Kesan positif yang disampaikan Chaon dan Andrew, setidaknya menjadi bukti bahwa wisman sangat tertarik untuk mengenal budaya serta tradisi di Kota Cirebon.
Jika ditarik mundur ke belakang, Cirebon atau dalam bahasa Belanda disebut Tjirebon (Cheribon) tersohor sebagai pusat penyebaran agama Islam di Tanah Pasundan.
Di samping itu sejumlah arsip dan literatur sejarah pun merekam kota seluas 37,358 km² itu dianggap menjadi daerah penting bagi pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Selain gedung tua yang sudah disinggung di awal, Pelabuhan Cirebon yang menjadi lokasi persinggahan wisman, dulunya dibangun oleh Belanda untuk mendukung industri petikemas hingga pengangkutan batu bara.
Bangunan-bangunan yang didirikan Belanda pada 1865 itu masih berdiri kokoh sampai sekarang, sehingga keberadaannya dianggap sebagai salah satu harta karun sejarah yang perlu dimanfaatkan.
Bagi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, pengembangan pelabuhan itu untuk ditata menjadi kawasan wisata heritage sedang berjalan.
Komitmen untuk mewujudkan hal itu sudah diperkuat kembali dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (26/9), yang mengakomodir gagasan dari lapisan masyarakat, pemerintah daerah dan BUMN terkait pembenahan serta penataan pelabuhan tersebut.
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026