ANTARAJAWABARAT.com,3/1 - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat mengimbau kabupaten/kota agar segera melapor ke Sub Divre Bulog terkait mulai kenaikan harga beras pada awal tahun 2013.
"Untuk harga beras mulai mengalami kenaikan harga sekitar 10 persen. Jadi bagi disperindag kabupaten/kota agar diimbau untuk segera melakukan lapor ke sub divre yang ada," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan, di Bandung, Kamis.
Ferry menuturkan kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional yang ada di Provinsi Jabar dikarenakan persedian di tingkat para pedagang beras mulai berkurang.
"Kenaikan harga itu terjadi karena pedagang mengalami kekurangan stok beras. Sehingga, pedagang kesulitan memenuhi permintaan beras masyarakat sehingga terjadi lonjakan harga," kata dia.
Dikatakannya, kenaikan harga beras di Provinsi Jabar juga diduga akan terus terjadi karena saat ini masih tergolong musim tanam.
Menurut dia, harga kebutuhan pokok tersebut diprediksi akan kembali stabil saat memasuki musim panen padi pada Februari 2013
"Itu tadi, harga beras naik karena stok pedagang berkurang," katanya.
Pihaknya berjanji akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pergerakan harga beras dan juga akan melakukan hal yang sama kepada harga barang kebutuhan pokok lainnya.
"Terdapat ada sisi kebutuhan pokok yang harus kita pantau," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada di Disperindag Jawa Barat tercatat bahwa harga beras jenis IR 64 mengalami kenaikan dari Rp8.000 per kilogramnya menjadi Rp8.500 per kilogram.
Untuk operasi pasar, lanjut Ferry, akan dilakukan jika keniakan harga beras tersebut dinilai sudah memberatkan masyarakat.
"Berdasarkan informasi yang didapat Disperindag, stok beras di Bulog Jabar masih aman hingga Maret 2013," kata dia.***2***
Ajat S
