Pada periode sebelumnya yakni Februari 2022, hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) BI mengindikasikan kinerja penjualan eceran yang tetap kuat.

Kinerja yang tetap kuat tercermin dari IPR Februari 2022 yang tercatat sebesar 200 atau tumbuh sebesar 12,9 persen (yoy) meski tidak setinggi pertumbuhan bulan sebelumnya yaitu sebesar 15,2 persen (yoy).

Kelompok yang tercatat tetap tumbuh kuat antara lain makanan, minuman dan tembakau serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Baca juga: BI Jabar siapkan uang tunai Rp24 triliun untuk kebutuhan Ramadhan

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran itu turun 4,5 persen (mtm) dari minus 3,1 (mtm) pada bulan sebelumnya yang terjadi pada kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Sementara dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Mei 2022 (3 bulan yad) dan Agustus 2022 (6 bulan yad) meningkat.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei diprediksikan mencapai 141,3 atau lebih tinggi dibanding 139,1 sejalan dengan pola historis kenaikan harga saat HBKN Idul Fitri.

Kemudian IEH Agustus 2022 diperkirakan meningkat menjadi 132,4 dari 129,8.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026