ANTARAJAWABARAT.com, 6/7 - Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki 58 situs budaya bernilai sejarah yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Bandung.
Beberapa situs yang ada di Kabuapten Bandung itu diantaranya Makam Keramat Paninggalan (Makam Para Wali) di Kampung Pereng, Desa Laksana, Kecamatan Ibun serta Batu Lingga/ Batu Nanceb (batas danau Bandung Purba) di Pangauban Kecamatan Pacet, kata Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung, Dedi Sutardi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu.
Menurutnya, benda-benda yang telah dikategorikan sebagai peninggalan sejarah tidaklah sembarangan. Untuk penentuannya, pihaknya melakukan penelusuran dan proses yang panjang bukan sekadar mendengar cerita-cerita masyarakat atau tokoh desa di sekitar lokasi penemuan.
"Semuanya melalui mekanisme yang jelas seperti kajian. Jika hasil kajian bisa ditetapkan sebagai situs, maka langkah selanjutnya melakukan pemeliharaan baik fisik maupun nonfisik. Pemeliharaan fisik dengan memelihara kelestariannya agar situs tersebut tidak hilang atau rusak. Jangan seperti Situs Patung Gajah di Soreang. Karena tidak dipelihara, patungnya sekarang hilang," katanya.
Pemeliharaan terhadap situs-situs bersejarah tersebut terbilang sulit. Oleh karenanya, dibutuhkan orang khusus dalam melakukan perawatannya. Hanya saja, untuk mengangkat seorang perawat khusus itu memerlukan anggaran. Sedangkan selama ini, anggaran yang dialokasikan oleh DPRD Kabupaten Bandung untuk perawatan benda tersebut terbatas.
Oleh karenanya, perlu ada partisipasi semua pihak dalam menjaga kelestarian benda-benda peninggalan leluhur. Tanpa itu semua, besarnya anggaran yang dimiliki pun tetap tak berguna jika perilaku warganya tak menghendaki keberadaan benda yang bisa memperkenalkan akan masa lalu itu.
"Tidak ada masalah kalau ada pihak swasta yang ingin memelihara dan mengembangkan situs ini. Namun hingga saat ini belum ada pihak swasta yang berniat membantu pemerintah mengembangkan situs ini. Padahal jika dipelihara dengan baik, bisa saja jadi objek wisata," katanya.***6***
(U.pso-215/C/Y008/B/Y008)
