Tasikmalaya, 25/9 (ANTARA) - "Jihad Persatuan Islam bukan semakin mudah tapi semakin sulit," kata Ketua Umum Persis Prof Maman Abdurrahman saat memberikan sambutan pembukaan Muktamar XIV Persis di Tasikmalaya, Sabtu.
Menurut dia, perkembangan Persis di Indonesia yang menyebarkan syariat Islam mengacu pada ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Rasul melalui dakwah merupakan bagian dari perjuangan jihad Persis yang terus bekerja keras membawa manusia ke ajaran Allah.
Tapi, di tengah tantangan yang disebut sulit itu, tokoh organisasi, yang selama ini dikenal "keras" tersebut, justru mengedepankan suara antikekerasan. Terutama ketika menyampaikan sambutannya pada pembukaan muktamar tersebut.
Tantangan yang sulit itu, kata Maman, akibat bertumbuh kembanganya teknologi yang dinilai telah membawa pandangan-pandangan negatif pada tatanan kehidupan manusia.
Ditambah lagi banyaknya ajaran-ajaran sesat yang bertentangan, menurut dia, sehingga menodai ajaran agama yang berujung pada tindakan kejahatan manusia dan menggangu persatuan umat bahkan bangsa dan negara.
Berbagai tantangan lain bagi jihad Persis yakni masih adanya masyarakat yang syirik, percaya terhadap takhayul, bid'ah dan khurafat, sehingga permasalahan itu perlu diberantas melalui dakwah sesuai dengan ajaran dengan ayat Al-Quran dan tuntunan yang diajarkan oleh Rasul.
"Untuk itu Persis lahir sebagai jawaban ketika umat yang tenggelam karena kemandekan berpikir mistis," katanya dalam sambutan di hadapan Presiden Indonesia.
Meskipun Jihad Persis mengalami kesulitan, namun ditegaskan oleh Maman bahwa organisasi yang memiliki lambang matahari itu diharapkan terus memberikan penerangan untuk menghilangkan kegelapan yang melanda umat.
Upaya yang dilakukan di tengah-tengah kesulitan berjihad itu, kata dia, Persis terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis menyebarkan Islam yang ramah penuh kasih sayang.
"Meskipun di tengah kesulitan ini, tapi kami menjauhkan diri dari kekerasan apalagi gerakan teroris yang selama ini dituduhkan kepada Islam," kata Maman secara tegas di hadapan para undangan muktamar yang hadir yang jumlahnya sekitar sepuluh ribu orang.
Dalam Muktamar XIV Persis itu, kata Maman, organisasinya akan berusaha keras menampilkan wajah Islam yang ramah dengan menyebarkan dakwah-dakwah ke seluruh penjuru dunia.
Muktamar Persis mencanangkan tema "Menegaskan Peran Persis dalam Menampilkan Wajah Islam sebagai Ramatan Lil'Alamin'. Menurut Maman, itu sebuah tema yang cocok untuk membangun Islam, agama yang diyakini akan membawa kehidupan masyarakat lebih baik.
Persis yang lahir 12 September 1923 sudah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia. Setiap dakwahnya selalu melakukan berbagai upaya pemurnian ajaran Islam dengan mengajak masyarakat kembali kepada Al quran dan sunnah.
Perjuangan jihad Persis yang perlu ditegakan di zaman sekarang ini, kata Maman, yaitu membangun umat Islam dan bangsa Indonesia memperbaiki aqidah.
Bahkan permasalahan teroris yang melanda negara Indonesia, kata dia menjadi sebuah tantangan Persis untuk meluruskan pemahaman orang yang terlibat teroris agar kembali ke jalan yang benar.
"Meskipun Persis dianggap keras, tetapi kami mengecam tindakan terorisme," katanya.
Jihad membangun masyarakat menjadi lebih baik itu, salah satu cara yang dilakukan Persis kata Maman melalui pendidikan di tingkat masing-masing pesantren, sehingga lapisan masyarakat memiliki kualitas pendidikan yang baik.
Dengan memiliki dasar pendidikan yang baik itu kata dia masyarakat akan mudah membangun kemampuan dirinya menuju lebih baik sehingga membangun bangsa dalam mempererat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena timbulnya gangguan keamanan seperti teroris atau tindak kejahatan lainnya, menurut Maman salah satu faktornya karena perekonomian yang kurang baik.
"Faktor lainnya karena masalah ketidakadilan, atau ekonomi di kalangan umat tidak merata, maka kalau ekonomi baik tidak akan terjadi seperti itu," katanya.
Persatuan Islam didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok orang yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.
Seperti dikutip dari Wikipedia, Persis didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka kitab-kitab hadits yang shahih.
Oleh karena itu, lewat para ulamanya seperti Ahmad Hassan yang juga dikenal dengan Hassan Bandung atau Hassan Bangil, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits (sabda Nabi).
Muktamar di Tasikmalaya itu dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu.
Dalam sambutannya, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan semua organisasi keagamaan harus bersatu padu untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama.
Presiden meminta semua organisasi keagamaan mengedepankan upaya dialog dan meninggalkan cara kekerasan dalam menyelesaikan setiap masalah.
Cara kekerasan, menurut Presiden, tidak akan menyelesaikan masalah.
***4***
(U.KR-FPM/B/s018/s018) 25-09-2010 19:54:58
