Bandung, 11/5 (ANTARA) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sepekan terakhir menyelamatkan 93 orang calon TKI yang menjadi korban penyelundupan manusia ke Malaysia dan Brunei Darussalam.
Direktur Pengamanan BNP2TKI Brigjen (Pol)Dede Jayalaksana dalam siaran pers yang dikirim dari Jakarta, Selasa, menyatakan ke-93 orang calon TKI itu akan diperdagangkan melalui perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat.
Mereka, katanya, umumnya berasal dari Pulau Jawa dan kasusnya melibatkan sejumlah perusahaan jasa TKI dari Jakarta dan beberapa pelaku perorangan.
Dari 93 orang calon TKI yang diselamatkan itu, 37 orang diantaranya diatemukan di Entikong dan 56 diamankan dari penampungan mereka di Singkawang dan Pontianak, Kalimantan Barat.
"Kesalahannya menyangkut pemalsuan dokumen atau nonprosedural, yang berindikasi kuat terjadinya tindak perdagangan orang," kata Dede.
Dalam penyelamatan tersebut, BNP2TKI bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan Kepolisian Sektor Singkawang dan Kepolisian Sektor Entikong.
Terkait nama perusahaan jasa TKI yang diduga melakukan kejahatan tersebut, Dede menyebutkan antara lain PT Al Hijaz Indo Jaya, PT Irfan Jaya Saputra, PT Pancamanah Utama, PT Multi Lintas Buana Raya, PT Maha Barakah Rizki, PT Bali Duta Mandiri, dan PT Yosa Mitra Mandiri.
Ke-93 calon TKI itu, katanya, kini berada di kantor perwakilan BNP2TKI di Pontianak dan Entikong untuk dilakukan proses pemulangan ke daerah asal atau mengurus dokumen ulang sesuai prosedur bila tetap ingin menjadi calon TKI.
Budi S
