Bandung, 28/11 (ANTARA) - Film XXL atau "Double Extra Large," 'prekuel' film "XL, Antara Aku, Kau, dan Mak Erot" yang dirilis tahun 2008, bukalah sebuah film komedi berbau seks.
"Saya berani menjamin 100 persen bahwa Film XXL bukanlah film komedi yang dibumbui oleh adegan seks," kata sutradara Film XXL, Ivander Tedjasukmana, di acara Meet and Greet Film XXL, di Kota Bandung, Sabtu.
Ia menjelaskan, jika diperhatikan dari segi penamaan judul, orang akan menilai bahwa Film XXL tersebut merupakan film berbau seks.
"Memang kalau melihat dari segi judul, orang akan beranggapan film ini film komedi seks. Tapi saya tegaskan bahwa film ini murni film komedi, tanpa esek-esek, tanpa wanita seksi, dan tanpa setan-setanan," ujarnya.
Menurutnya, film perdana garapannya tersebut juga memiliki pesan moral, yakni rasa saling menghargai dan menjaga persatuan.
"Di film ini memang dikisahkan dua etnis yang berseteru di suatu wilayah, ujung-ujungnya mereka sadar mereka hidup dalam satu wadah, yakni Indonesia dan untuk bisa hidup berdampingan harus saling menghargai dan menjaga persatuan," kata Ivander yang juga pernah menjadi asisten sutradara Film "XL, Antara Aku, Kau, dan Mak Erot".
Film berdurasi 90 menit ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Kasep (Aming) yang didaulat meneruskan kepemimpinan ayahnya (Candil) di geng berlatar etnis Sunda, "Barudak Lieur".
Sementara itu, Kasep jatuh cinta pada Melati (Meichan), adik pimpinan Wong Kenthir, Sumanto (Dwi Sasono).
Sejak ayah Kasep yang karismatik menghilang tak tentu rimbanya, "Barudak Lieur" mengalami krisis karena terus-menerus ditekan oleh geng saingan yang bernama "Wong Kenthir".
Kasep yang dianggap mewarisi kemampuan ayahnya lalu jadi inspirasi bagi "Barudak Lieur" untuk mengembalikan kejayaan masa lalu.
Tanggung jawab yang begitu besar terasa berat untuk dipikul Kasep. Salah satu alasannya ialah dirinya menderita rasa rendah diri karena ukuran alat kelaminnya tidak menunjang.
Demi mengatasi krisis eksistensi mereka, "Barudak Lieur" pun mengusahakan pengobatan tradisional bagi Kasep kepada Mak Siat (Sarah Sechan).
Film yang disutradarai Ivander Tedjasukmana ini juga dibantu para bintang seperti Tessy, Meriam Bellina, Dwi Sasono, Joe P Project serta penulis naskah oleh Monty Tiwa.***4***
Adjat Sudrajat
(U.PK-ASJ/B/Y003/Y003) 28-11-2009 18:42:50
