Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) Limbangan Kapten Inf Nandang Sucahyana mengatakan, jajarannya bersama masyarakat telah terjun ke lapangan untuk melihat kondisi rumah warga yang terdampak puting beliung.
"Rumah yang rusak cukup banyak karena kejadiannya memang berlangsung lama," kata Nandang.
Ia menuturkan, bencana angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi hanya kerugian materi akibat kerusakan rumah.
Hasil pendataan di lapangan, kata dia, angin puting beliung itu merusak 22 rumah tersebar di dua RW yakni RW 05 sebanyak sembilan rumah dan RW 06 sebanyak 13 rumah.
"Datanya ada 22 rumah yang rusak tersebar di dua RW," katanya.
Ia menyampaikan, angin kencang tersebut hanya merusak bagian atap rumah seperti genting berjatuhan bahkan menerbangkan sejumlah benda lainnya sekitar pemukiman warga.
Akibat peristiwa itu, kata Nandang, sejumlah anak terpaksa diungsikan ke rumah warga yang lebih aman karena kondisi rumah yang diterjang angin cukup berbahaya.
"Anak-anak sudah diungsikan, saat ini masyarakat dan anggota membantu memperbaiki rumah yang rusak," katanya.
Baca juga: Warga terdampak bencana pergerakan tanah di Ciamis berharap direlokasi
Baca juga: Pemkab Garut siap kucurkan dana penanggulangan bencana retakan tanah
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Staf Redaksi Jabar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.