Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyebutkan hasil asesmen mencatat sebanyak 83 rumah rusak tersebar di sejumlah kecamatan akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang, sehingga dilakukan upaya perbaikan agar masyarakat bisa menempati rumah mereka.

"Total 83 rumah terdampak, 48 rusak ringan, dua rusak sedang, dua rusak berat, 31 rumah laporan tuntas penanganan selesai dengan gotong royong," kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Senin.

Ia menuturkan hujan deras disertai angin kencang seperti puting beliung itu menerjang wilayah Ciamis, terutama daerah yang terdampak yakni Kecamatan Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari pada Sabtu (28/3) sore.

Hasil asesmen BPBD Ciamis, kata dia, terdapat rumah yang rusak ringan langsung mendapatkan penanganan untuk diperbaiki, sedangkan yang rusak sedang dan berat akan dilakukan penanganan lebih lanjut oleh dinas terkait.

Ia menyebutkan, selain rumah warga yang rusak ada juga empat fasilitas umum seperti lumbung padi, musala, kantor desa, dan puskesmas pembantu desa di Kecamatan Purwadadi juga rusak.

"Fasilitas pendidikan SDN 2 Pasirlawang rusak ringan, dan satu unit dunia usaha gudang tenda rusak ringan," katanya.

Ia menyampaikan cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan kerusakan pada bagian atap bangunan rumah, tapi juga terdapat sejumlah pohon tumbang.

Beruntung peristiwa itu, kata Ani, tidak menimbulkan korban jiwa, warga semuanya dalam kondisi selamat, dan saat ini sudah menempati rumahnya.

Cuaca ekstrem juga menyebabkan bencana tanah longsor di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, yang mengancam dua rumah di sekitar longsor.

Longsor juga terjadi di Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah, yang sempat menutup sebagian badan jalan. Selanjutnya longsor di Desa Buanamekar, Kecamatan Panumbangan, mengancam bahaya satu rumah.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cuaca ekstrem, 83 rumah di Ciamis rusak

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026