Bandung (ANTARA) - Disaster Response Little Project (DRLP) berkolaborasi dengan Kampung Bamboo di bawah naungan Yayasan Little Project akan menyelenggarakan Jambore Relawan Kebencanaan 2026 di Kampung Bamboo, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 11-13 September 2026.

Ketua Panitia Jambore Relawan 2026 Dede Koswara mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas, solidaritas, dan sinergi antarorganisasi relawan kebencanaan di Jawa Barat.

“Jambore Relawan ini menjadi wadah penguatan kapasitas relawan, pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring, kampanye mitigasi bencana, dan gerakan pelestarian bambu secara berkelanjutan,” kata Dede dalam keterangan di Bandung, Senin.

Menurut dia, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga membutuhkan kesiapsiagaan dan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi potensi bencana.

Berbagai ancaman bencana yang dihadapi masyarakat Jawa Barat antara lain gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana nonalam.

Dede mengatakan relawan kebencanaan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dan masyarakat, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam mitigasi, edukasi, kesiapsiagaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.

Jambore tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi Relawan Tangguh untuk Jawa Barat Siaga dan Berdaya Menghadapi Bencana”.

Menurut Dede, kegiatan itu juga digelar dalam rangka memperingati Hari Bambu Dunia sekaligus mengkampanyekan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menjelaskan bambu memiliki manfaat ekologis, antara lain membantu mencegah erosi dan longsor, meningkatkan resapan air, menjaga sumber mata air, serta dapat dimanfaatkan sebagai material ramah lingkungan dalam situasi kebencanaan.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026