Sengketa lahan SDN Bunisari: Delapan ruang kelas lumpuh, ratusan siswa kehilangan akses belajar

  • Senin, 13 April 2026 13:51

Siswa menunggu giliran untuk memasuki ruang kelas di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Penutupan akses pada bangunan belakang sekolah oleh pihak ahli waris lahan tersebut menyebabkan delapan ruang kelas, satu ruang guru, dan satu perpustakaan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) serta menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah menerapkan sistem kelas bergantian bagi seluruh murid guna proses pembelajaran tetap berjalan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih (kanan) meninjau ruang kelas yang terdampak pemagaran oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Penutupan akses pada bangunan belakang sekolah oleh pihak ahli waris lahan tersebut menyebabkan delapan ruang kelas, satu ruang guru, dan satu perpustakaan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) serta menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah menerapkan sistem kelas bergantian bagi seluruh murid guna proses pembelajaran tetap berjalan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr

Siswa berjalan di dekat pagar yang dipasang oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Penutupan akses pada bangunan belakang sekolah oleh pihak ahli waris lahan tersebut menyebabkan delapan ruang kelas, satu ruang guru, dan satu perpustakaan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) serta menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah menerapkan sistem kelas bergantian bagi seluruh murid guna proses pembelajaran tetap berjalan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr

Siswa berjalan di dekat pagar yang dipasang oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Penutupan akses pada bangunan belakang sekolah oleh pihak ahli waris lahan tersebut menyebabkan delapan ruang kelas, satu ruang guru, dan satu perpustakaan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) serta menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah menerapkan sistem kelas bergantian bagi seluruh murid guna proses pembelajaran tetap berjalan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr

Berita Terkait