Proyeksi produksi kopi Indonesia
- 16 Mei 2024 18:45
Petani memanen buah kopi arabika di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) memproyeksikan produksi kopi di tahun 2024 turun yang diakibatkan produksi kopi di dataran rendah melemah serta minimnya "carry over stock" dari tahun 2023 menjadi penyebab berkurangnya produksi kopi nasional. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr
Petani memanen buah kopi arabika di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) memproyeksikan produksi kopi di tahun 2024 turun yang diakibatkan produksi kopi di dataran rendah melemah serta minimnya "carry over stock" dari tahun 2023 menjadi penyebab berkurangnya produksi kopi nasional. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr
Petani mengeringkan biji kopi arabika di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) memproyeksikan produksi kopi di tahun 2024 turun yang diakibatkan produksi kopi di dataran rendah melemah serta minimnya "carry over stock" dari tahun 2023 menjadi penyebab berkurangnya produksi kopi nasional. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr
Petani menunjukan biji kopi arabika yang sedang dikeringkan di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) memproyeksikan produksi kopi di tahun 2024 turun yang diakibatkan produksi kopi di dataran rendah melemah serta minimnya "carry over stock" dari tahun 2023 menjadi penyebab berkurangnya produksi kopi nasional. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr
Petani mengeringkan biji kopi arabika di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) memproyeksikan produksi kopi di tahun 2024 turun yang diakibatkan produksi kopi di dataran rendah melemah serta minimnya "carry over stock" dari tahun 2023 menjadi penyebab berkurangnya produksi kopi nasional. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr