Kincir air mengairi lahan pertanian
- 9 Juli 2019 21:12
Kelompok Tani Sarimukti membangun kincir air untuk mengairi areal sawah yang dibuat secara swadaya di Aliran Sungai Citanduy, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Memasuki musim kemarau petani setempat lebih memilih menggunakan kincir air dibandingkan alat pompa air akibat biaya yang efisien dengan jumlah tiga kincir air bisa mengairi lahan pesawahan 3-4 hektar. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr
Kelompok Tani Sarimukti membangun kincir air untuk mengairi areal sawah yang dibuat secara swadaya di Aliran Sungai Citanduy, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Memasuki musim kemarau petani setempat lebih memilih menggunakan kincir air dibandingkan alat pompa air akibat biaya yang efisien dengan jumlah tiga kincir air bisa mengairi lahan pesawahan 3-4 hektar. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr
Kelompok Tani Sarimukti membangun kincir air untuk mengairi areal sawah yang dibuat secara swadaya di Aliran Sungai Citanduy, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Memasuki musim kemarau petani setempat lebih memilih menggunakan kincir air dibandingkan alat pompa air akibat biaya yang efisien dengan jumlah tiga kincir air bisa mengairi lahan pesawahan 3-4 hektar. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr
Kelompok Tani Sarimukti membangun kincir air untuk mengairi areal sawah yang dibuat secara swadaya di Aliran Sungai Citanduy, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Memasuki musim kemarau petani setempat lebih memilih menggunakan kincir air dibandingkan alat pompa air akibat biaya yang efisien dengan jumlah tiga kincir air bisa mengairi lahan pesawahan 3-4 hektar. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr