Bandung (Antaranews Jabar) - Badan Operasional Mentoring Pendidikan Agama Islam (BOMPAI) dibantu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Bandung (Unisba) mengadakan deklarasi terkait Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai Kawasan Wajib Berhijab. SK tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 lalu namun belum terealisaikan sampai saat ini.
"Sebenarnya SK terkait dengan hijab ini sudah lama sekali ada tapi kenapa di sini kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi Islam diem-diem aja. Sementara rokok hari ini bisa sukses terkait dengan SK rokok sudah ditempel dimana-mana kawasan bebas asap rokok dan lain-lain tapi kenapa hijab tidak digaungkan sebagaimana SK rokok," kata Ketua Umum BOMPAI, Ilham Adi (20) saat ditemui di Bandung, Sabtu (5/1/2019).
Ia mengatakan sudah berusaha untuk mengadakan audiensi dengan rektor terkait dengan hijab ini namun tawarannya tidak dipenuhi karena beliau sibuk. Ia pun melakukan kegiatan-kegiatan lain agar terwujudnya pemberlakuan SK Rektor mengenai Kawasan Wajib Berhijab yang sudah ada selama ini agar dapat direalisasikan seperti mendeklarasikan SK tersebut.
"Deklarasinya kita bakalan baca Al-Quran bareng-bareng, mudah-mudahan audiensinya banyak. Terus nanti juga ada beberapa ayat yang kaya kenapa sih rokok gak boleh landasan ayatnya ada," katanya.
BOMPAI dan BEM Unisba pun akan mengadakan diskusi terbuka dan aksi dengan mengundang seluruh masyarakat Unisba. Tujuannya untuk mengajak mereka yang masih punya jiwa-jiwa semangat mahasiswanya dan mengembalikan pemikiran-pemikirannya yang tajam. Ilham merasa mahasiswa zaman sekarang sudah terhasut oleh media sosial, gadget, dan lain sebagainya.
Selain itu, terdapat pula acara talkshow dan tablgigh akbar Bandung Islamic University Series (BIUS) dengan menghadirkan beberapa pembicara seperti Prof. Dr. KH. Miftah Faridl (Ketua Yayasan Unisba dan Ketua MUI Bandung), Meyda Safira (Artis Muslimah), Ustad Dhika Kameswara (Founder Lingkar diskusi Peradaban Islam), dan para dekan fakultas Unisba bertempatkan di Aula Utama. Dalam acara ini, masyarakat yang hadir diajak berdiskusi dengan pembicara tentang tentang pentingnya berhijab.
"Kita hadirkan Pak Miftah, kita hadirkan Teh Meyda yang ibaratnya ini orang aktris tapi dengan hijabnya tidak terbatasi kok. Jadi yaitu solusinya ayo temen-temen yang sudah pake hijab jangan berhenti, jangan puas dengan hijab temen-temen karena misi setelah berhijab adalah bagaimana temennya temen-temen menjadi berhijab gitu," kata Ilham.

Banner yang cukup besar juga di pasang di area kampus yang berisikan imbauan untuk berhijab guna mengajak para mahasiswi yang belum menggunakannya. banner tersebut akan terpasang mulai Sabtu (5/1) sampai tiga minggu kedepan.
Ghinaa (21), seorang mahasiswi yang belum berhijab mengatakan adanya deklarasi dan banner tersebut menjadi faktor yang dapat mendorongnya untuk menggunakan hijab setiap hari. Ia sebenarnya sadar bahwa berhijab merupakan kewajiban seorang muslimah namun baru kali ini ia merasa terdorong hatinya untuk berhijab karena adanya hal tersebut.
"Semoga untuk kedepannya nggak cuma dihijab ke kampus aja tapi bisa kebawa untuk sehari-harinya. Nggak salah juga sih kalo Unisba menerapkan wajib hijab ini karena kan Unisba sendiri adalah universitas islam. Makanya pasti nilai yag ditonjolkannya itu dari sisi agama, nah makanya Unisba juga menggiring mahasiswinya agar sesuai dengan aturan agama yang ada," katanya.