Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat mengoptimalkan pemanfaatan biodigester di Pasar Baleendah untuk mengolah sampah organik sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan perdagangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah di Bandung, Kamis, mengatakan pengolahan sampah mandiri tersebut untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan sekaligus mendukung pengelolaan kebersihan pasar.
"Alhamdulillah sebenarnya kita sudah mengoptimalkan inovasi ataupun upaya-upaya untuk penanganan sampah secara mandiri di pasar melalui biogas, maggot, dan lain-lain supaya ada pengolahan secara mandiri," katanya.
Dia menjelaskan fasilitas biodigester yang tersedia di Pasar Baleendah saat ini telah beroperasi dan dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik yang berasal dari aktivitas pedagang pasar.
"Alhamdulillah saat saya cek, gasnya sudah keluar. Artinya pengolahan berjalan," ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar sampah yang dihasilkan pedagang berupa sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan lainnya sehingga berpotensi diolah menjadi energi melalui biodigester.
Disdagin mencatat volume sampah yang berasal dari aktivitas perdagangan di Pasar Baleendah saat ini sekitar tujuh ton per hari dan didominasi sampah organik.
Sebelum dilakukan pembatasan pembuangan sampah dari luar kawasan pasar, volume sampah yang masuk ke TPS Pasar Baleendah sempat mencapai sekitar 17 ton per hari.
Ia mengatakan biodigester yang mulai dikembangkan pada 2024 tersebut saat ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar tujuh meter kubik per hari dan terus dioptimalkan.
"Kami juga terus mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber agar proses pengolahan dapat berjalan lebih optimal dan residu yang dibuang semakin berkurang," katanya.
Selain pengolahan mandiri di pasar, Disdagin terus menyosialisasikan pemilahan sampah kepada pedagang guna mendukung pengurangan sampah yang harus dibuang ke TPA.
Data Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan timbulan sampah daerah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sedangkan kapasitas pengangkutan baru sekitar 1.300 ton per hari.
Oleh karena itu, optimalisasi pengolahan sampah di tingkat pasar diharapkan dapat membantu mengurangi residu sampah sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih bersih dan sehat.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026