Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menyiapkan sejumlah personel dan strategi rekayasa satu arah untuk mengatasi kepadatan di jalur nasional maupun provinsi dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Mengantisipasi 'long weekend' di (libur) Isa Al-Masih ini, kami menyebarkan anggota dari Satuan Lalu Lintas untuk mengantisipasi kiriman-kiriman arus dari arah Bandung," kata Kepala Baur Bin Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Garut Ipda Ade Sulaeman di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, sejumlah personel kepolisian sudah siap siaga melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di jalur utama provinsi lintas Kadungora-Leles-Garut Kota.
Selanjutnya pengamanan juga dilakukan di jalur utama nasional dari arah Bandung menuju timur lintas Limbangan-Malangbong, dan masuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
"Untuk sementara kami bagi dua jalur Limbangan sampai Kadungora, pengamanan dibagi dua titik untuk mengendalikan apabila ada kiriman-kiriman arus dari arah Bandung," katanya.
Ia menyampaikan, strategi yang disiapkan untuk pengaturan arus lalu lintas kendaraan agar tetap lancar yakni di antaranya di jalur provinsi mengalihkan arus kendaraan dari arah Bandung ke jalan baru di Kadungora.
Selanjutnya, kata dia, memberlakukan sistem satu arah sepenggal dengan menutup satu lajur, kemudian menguras arus kendaraan yang padat agar kondisi lalu lintas kembali lancar.
"Di jalur Limbangan kami sudah berlakukan 'one way' sepenggal penarikan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya Kota," katanya.
Ia menyampaikan, penerapan satu arah sepenggal dinilai efektif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan, terutama saat ini dari arah barat atau Bandung menuju Garut.
Seperti yang diberlakukan di jalur Limbangan, kata dia, kondisinya cukup padat sehingga dilakukan satu arah selama 30 menit untuk menguras kendaraan di jalur nasional sampai akhirnya jalan kembali lancar.
"Kiriman cukup panjang sampai Cikaledong (daerah Kabupaten Bandung), untuk itu kami laksanakan pengurasan, alhamdulillah berjalan 30 menit terkuras," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Akbar Nugroho Gumay
COPYRIGHT © ANTARA 2026