Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memprioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026 meski anggaran infrastruktur di daerahnya cukup terbatas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Rachman Hidayat di Cirebon, Jumat, mengatakan langkah tersebut diambil karena sebagian besar kondisi jalan di wilayahnya sudah dalam keadaan baik sehingga perlu dijaga melalui pemeliharaan rutin.

"Sekitar 91 persen jalan di Kota Cirebon sudah dalam kondisi mantap. Fokusnya sekarang pada pemeliharaan agar tetap terjaga," katanya.

Ia menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran tahun ini membuat pemerintah daerah, harus menyesuaikan strategi pembangunan infrastruktur.

Menurut dia, pola pembangunan yang sebelumnya banyak diisi proyek fisik baru kini bergeser pada perawatan aset yang sudah ada agar tetap berfungsi dengan baik.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, pembangunan infrastruktur pada 2026 lebih diarahkan untuk menjaga kualitas fasilitas yang telah dibangun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR Kota Cirebon Aria Dipahandi mengatakan keterbatasan anggaran juga berdampak pada minimnya proyek fisik yang dilelang di bidangnya.

Ia menyebutkan satu-satunya proyek yang direncanakan melalui proses lelang, yakni lanjutan pembangunan shelter Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) milik Dinas Sosial (Dinsos).

Nilai anggaran proyek tersebut, kata dia, diperkirakan berkisar Rp700 juta hingga Rp800 juta dan tetap harus melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan.

Selain proyek tersebut, ia menyampaikan kegiatan di Bidang Cipta Karya lebih banyak berupa pekerjaan skala kecil seperti rehabilitasi gedung dan pemeliharaan rutin.

Aria menambahkan proses lelang lanjutan pembangunan shelter PMKS saat ini masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan dapat dimulai sekitar Mei hingga Juni 2026.

“Total anggaran fisik di bidang kami hanya sekitar Rp1,2 miliar," tuturnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026