Bandung (ANTARA) - Terminal Leuwipanjang menyiagakan sedikitnya 600 unit bus dengan kapasitas 6.000 kursi tujuan ke Sumatera dan Bali, guna mengantisipasi ledakan penumpang pada puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi jatuh pada H-4.

Penyediaan armada ini merupakan langkah preventif otoritas terminal menyusul adanya tren kenaikan penumpang sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Yang kami persiapkan bus sebanyak 500 sampai 600 unit untuk arus mudik dengan kesiapan kursi sekitar 6.000 tempat duduk, kata Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat di Bandung, Senin.

Selain armada reguler, pihaknya juga menyiapkan bus cadangan yang akan diterjunkan secara situasional apabila terjadi penumpukan penumpang di area keberangkatan.

Asep mencatat, peningkatan penumpang mulai terasa sejak H-7, khususnya untuk perjalanan lintas pulau.

"Untuk ke luar Jawa seperti Sumatera dan Bali sudah mulai ada peningkatan sejak H-7," tuturnya.

Sementara itu, untuk rute lokal tujuan kota-kota di Jawa Barat (AKDP), puncak arus mudik diprediksi baru akan terjadi pada H-4 Lebaran.

Asep mengungkapkan saat ini di Terminal Leuwipanjang ada sekitar 26 perusahaan otobus (PO) yang beroperasi dengan tujuan ke kota-kota di Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Bali.

Jumlah PO yang beroperasi di Leuwipanjang ini, diprediksi akan bertambah seiring dengan rencana perubahan fungsi Terminal Cicaheum ke depan menjadi depo layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026