Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya melibatkan penyuluh agama se-Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, karena memiliki peran penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat di lingkungannya.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para penyuluh dapat menjadi mitra strategis OJK dalam menyampaikan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat secara lebih luas," kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Auditorium Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Rabu.

Ia menuturkan OJK Tasikmalaya selama ini terus gencar menyisir setiap kelompok masyarakat, termasuk saat ini melibatkan penyuluh agama se-Kota Tasikmalaya yang berjumlah 85 orang untuk mengikuti Training of Trainers Edukasi Keuangan.

Alasan melibatkan penyuluh agama, kata dia, karena memiliki peran strategis yang berhubungan langsung dengan berbagai kalangan masyarakat untuk menyampaikan tentang pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat kepada masyarakat.

"Penyuluh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat dan memiliki kedekatan dengan berbagai komunitas, mulai dari calon pengantin, keluarga muda, hingga majelis taklim," katanya.

Ia menyampaikan penyuluh agama berperan sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, penerangan dan edukasi ajaran agama kepada masyarakat.

Tugasnya, kata dia, memiliki fungsi informatif, edukatif, konsultati dan advokatif, serta berperan sebagai penggerak moderasi beragama, pembina kerukunan, dan motivator pembangunan melalui pendekatan nilai-nilai agama.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Keuangan Ramadan Syariah yang bertujuan mendorong pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah," katanya.

Ia berharap penyuluh agama dapat menyampaikan kembali materi literasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai forum pembinaan keagamaan seperti majelis taklim, bimbingan calon pengantin, maupun kegiatan komunitas lainnya.

Ia juga berharap literasi dan inklusi keuangan syariah di Kota Tasikmalaya terus meningkat, sehingga masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, kemudian mampu memilih produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, yang akhirnya terhindar dari layanan keuangan ilegal.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026