Cirebon (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon memetakan Rest Area KM 228A dan KM 229B sebagai titik rawan kepadatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Menjadi salah satu 'titik lelah' utama bagi pemudik yang melintasi wilayah Cirebon menuju Jawa Tengah, kedua lokasi ini diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan secara signifikan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menegaskan, antisipasi penumpukan telah disiapkan dalam skema Operasi Ketupat Lodaya yang berlangsung mulai 12 hingga 25 Maret mendatang."

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Fokus utama pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini, adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Menurut dia, identifikasi dilakukan dengan melihat potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama, kawasan keramaian masyarakat, serta lokasi yang kerap menjadi titik pertemuan arus kendaraan.

Ia menjelaskan Kabupaten Cirebon merupakan wilayah strategis yang menjadi jalur perlintasan pemudik, menuju Jawa Tengah maupun daerah lain di Pulau Jawa.

Selain jalur arteri, kata dia, kawasan pintu keluar masuk tol juga menjadi perhatian karena menjadi akses utama kendaraan yang melintas di wilayah tersebut.

Imara menyebutkan terdapat lima gerbang tol di Kabupaten Cirebon, yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode mudik dan balik Lebaran.

Pihaknya pun memperkirakan rest area KM 228A dan KM 229B di wilayah Cirebon, akan menjadi titik kepadatan karena banyak digunakan pemudik untuk beristirahat.

“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik sehingga perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan, di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” ujarnya.

Ia menekankan langkah pengamanan diarahkan pula pada lingkungan permukiman warga, terutama rumah-rumah yang ditinggalkan selama masa mudik.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan wilayah Kabupaten Cirebon menjadi salah satu jalur utama yang dilalui pemudik sehingga koordinasi antarinstansi diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan.

Atas dasar tersebut, pihaknya turut hadir dalam pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari pada 12-25 Maret 2026.

“Pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, agar masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar,” kata dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026