Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah angka fatalitas turun tajam dari 121 jiwa pada tahun sebelumnya menjadi hanya 13 jiwa pada tahun ini,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di Bandung, Senin.

Ia menjelaskan, penurunan tersebut tidak lepas dari sejumlah strategi dan inovasi yang diterapkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Salah satunya adalah penguatan layanan Call Center 110 di seluruh pos pengamanan, pos pelayanan, serta titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jawa Barat,” katanya.

Rudi mengatakan Polda Jabar juga menyediakan Hotline Mudik yang menyajikan informasi secara tepat waktu, mulai dari kondisi arus lalu lintas, akses CCTV di sejumlah titik termasuk Bandung, hingga lokasi posko terdekat.

Inovasi lainnya, lanjut dia, berupa penyediaan fasilitas lengkap di pos pengamanan, termasuk layanan penitipan kendaraan gratis di kantor polisi bagi masyarakat yang mudik tanpa membawa kendaraan pribadi.

Seluruh Polres juga mendirikan pos tematik yang memberikan pelayanan sesuai karakteristik daerah masing-masing, serta turut mendukung program mudik gratis bagi masyarakat.

“Strategi ini terbukti efektif dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pemudik,” kata Rudi.

Lebih lanjut, ia menyebut salah satu inovasi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik adalah kehadiran tim Motor Senyum Polda Jabar yang berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas di jalur tol, arteri, hingga kawasan wisata.

“Selain mengatur lalu lintas, tim ini juga memberikan layanan humanis seperti membagikan takjil, menyalurkan bahan bakar bagi kendaraan mogok, hingga membantu menghadirkan montir bagi pemudik yang mengalami kendala di perjalanan,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026