Kota Bandung (ANTARA) - Pemkot Bandung, Jawa Barat, mengintensifkan patroli di jalan layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja atau flyover Pasupati guna mencegah aksi bunuh diri yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan patroli oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dilakukan sejak sepekan terakhir di kawasan flyover Pasupati
“Sejak minggu lalu kami mengintensifkan patroli di seputaran itu (flyover Pasupati). Ternyata tingkat bunuh diri di Kota Bandung sudah mengkhawatirkan,” ujar Farhan di Bandung, Rabu.
Ia menyebutkan dalam patroli tersebut petugas berhasil mencegah dua orang yang diduga hendak melakukan bunuh diri.
Menurut Farhan, patroli dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan, tidak hanya di flyover tetapi juga di lokasi lain yang berpotensi terjadi tindakan serupa.
“Sangat intensif. Untuk beberapa sekolah, saya minta sekolah dan kampus juga menjaga keamanan gedung-gedung tingginya. Pernah ada satu kasus seorang mahasiswi menjatuhkan diri dari gedung bertingkat tinggi,” katanya.
Selain itu pihaknya juga meminta pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi peristiwa serupa.
“Pertokoan-pertokoan pun akan kami pastikan patroli, jangan sampai ada lagi yang bunuh diri di pertokoan,” ujar Farhan.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif di lingkungan pendidikan.
Program pembinaan kesehatan mental diterapkan di sekolah-sekolah, termasuk pelatihan bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) bekerja sama dengan akademisi psikologi dan psikolog klinis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masif patroli, Farhan: Tingkat bunuh diri di Bandung mengkhawatirkan
