Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuka peluang bagi berbagai kalangan termasuk perusahaan di Cianjur untuk menggelar program mudik gratis pada Hari Raya Idul Fitri 2026 yang tidak dapat digelar pemerintah daerah karena efisiensi anggaran.
Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Cianjur Eri Haryanto di Cianjur, Minggu, mengatakan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk swasta agar program tahunan mudik gratis yang ditunggu masyarakat menjelang Lebaran tetap berjalan.
"Kalau ada perusahaan yang ingin menggelar mudik gratis kami siap berkolaborasi, kami akan membantu karena mudik gratis ini agenda rutin yang sudah digelar sejak beberapa tahun terakhir," katanya.
Dia menjelaskan tahun 2026 Pemkab Cianjur tidak mengadakan program mudik gratis karena anggarannya tidak ada dimana pemerintah melakukan efisiensi anggaran, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan dapat digelar bersama perusahaan atau pihak swasta.
Pihaknya membuka peluang bagi berbagai kalangan untuk berkolaborasi menggelar mudik gratis dengan melibatkan pengusaha angkutan jurusan selatan Cianjur yang setiap tahun mengalami peningkatan peminat karena dinilai dapat meringankan beban masyarakat.
"Tidak menutup kemungkinan dapat digelar kalau ada minat dari perorangan, perusahaan swasta, dan lainnya menggelar mudik gratis tahun 2026, kami akan menyambut baik dan siap membantu," katanya.
Sementara berbagai kalangan masyarakat mengaku kecewa dengan tidak digelar-nya mudik gratis pada lebaran tahun ini, karena sebagian besar mengaku sangat terbantu dengan program rutin yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Salah seorang warga Kecamatan Cianjur Wandi Suhandi (39) perantau asal Kecamatan Cijati, mengatakan sangat menunggu pendaftaran mudik gratis yang digelar Pemkab Cianjur awal puasa, namun hingga saat ini belum mendapat kepastian.
Dia mengaku kecewa ketika mendapat informasi mudik gratis tahun ini dihapuskan, karena program tersebut dapat meringankan beban mereka ketika hendak merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga besar.
"Selama ini beban biaya untuk pulang kampung saat lebaran berkurang, namun dengan dihapus-nya program tersebut kami terpaksa harus mengeluarkan uang lebih, kemungkinan tahun ini tidak mudik menunggu ada uang setelah lebaran baru mudik," katanya.
