Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya memulangkan warga Cianjur yang bekerja sebagai buruh migran dan tinggal di sejumlah negara di Timur Tengah seiring meningkatnya konflik Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Senin, mengatakan pemerintah daerah berkomunikasi dengan berbagai instansi terkait termasuk konsulat di sejumlah negara di Timur Tengah guna memulangkan warga Cianjur ketika konflik terus meluas.

Pihaknya mencatat warga Cianjur yang berada di Uni Emirat Arab dan negara lain di Timur Tengah rata-rata bekerja dan menetap sebagai buruh migran di berbagai sektor termasuk, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk pemulangan.

"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memulangkan pekerja migran asal Cianjur dalam waktu dekat karena ditakutkan konflik terus meluas membuat jalur pesawat terhambat karena beberapa penerbangan antar negara dihentikan," katanya.

Sehingga berbagai langkah dilakukan, guna mengevakuasi pekerja migran asal Cianjur salah satunya mengevakuasi mereka ke negara yang dinilai aman dari konflik sambil menunggu pemulangan karena sejumlah bandara berhenti beroperasi karena takut terkena imbas.

Bahkan pendataan dilakukan guna mengetahui secara pasti jumlah pekerja migran atau warga Cianjur yang menetap di sejumlah negara Timur Tengah yang rawan terkena imbas dari konflik tersebut, termasuk mereka yang berangkat secara ilegal.

"Pendataan masih dilakukan dinas terkait guna memastikan jumlah pekerja migran asal Cianjur di negara Timur Tengah dan Uni Emirat Arab lainnya, tanpa membedakan berangkat secara prosedur atau non prosedur," katanya.

Proses evakuasi hingga pemulangan dilakukan terhadap warga Cianjur dari negara terdampak ke negara yang dinilai aman dan masih membuka jalur penerbangan langsung ke Indonesia.

Sementara pekerja migran asal Cianjur dan pihak keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk proses pemulangan terutama bagi mereka yang bekerja di wilayah konflik dan terdampak, karena saat ini sejumlah penerbangan dihentikan.

"Sejumlah sanak saudara bekerja dan di tinggal di Bahrain dan Qatar, saat ini mereka was-was karena setiap hari terdengar suara pesawat tempur dan rudal, kami berharap ada upaya pemulangan dari pemerintah," kata keluarga pekerja migran Cianjur Rosidah (45).



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026