Sumedang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mendorong penguatan karakter keagamaan siswa melalui penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM) selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Selama Ramadhan, KBM tetap dilaksanakan, namun pembelajaran dipastikan memberi ruang bagi kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman, takwa dan akhlak mulia peserta didik,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Dani Setiawan di Sumedang, Kamis.
Dia mengatakan kebijakan penyesuaian kegiatan belajar tersebut tertuang dalam Surat Edaran tentang pembelajaran di bulan Ramadhan.
Dalam surat edaran itu, Disdik juga mengatur penyesuaian teknis waktu belajar di sekolah yang dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, setelah kegiatan belajar mandiri pada 18 hingga 21 Februari yang dilaksanakan di rumah atau lingkungan keluarga sesuai penugasan sekolah.
Adapun jam efektif pembelajaran di sekolah tetap dimulai pukul 06.30 WIB, namun durasi per jam pelajaran dipersingkat menjadi 30 menit untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), 25 menit untuk Sekolah Dasar (SD), dan 90 menit per hari untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dirinya menjelaskan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al Quran, pesantren kilat, dan kajian keislaman dianjurkan bagi siswa yang beragama Islam, sementara siswa non-Muslim dianjurkan mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.
“Bentuk kegiatan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
Disdik juga mengimbau agar sekolah tidak memberikan tugas berlebihan selama pembelajaran mandiri, serta mengurangi penggunaan gawai dan internet secara intensif agar kegiatan Ramadhan lebih fokus pada pembinaan karakter dan kebersamaan keluarga.
Dirinya juga menyebut libur awal Idul Fitri berlangsung 16 hingga 20 Maret 2026, dilanjutkan libur Hari Raya hingga 28 Maret, dan kegiatan belajar kembali dimulai pada 30 Maret 2026.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026