Sumedang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus menggencarkan upaya revitalisasi serta peningkatan sarana dan prasarana sekolah guna mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Kepala Disdik Sumedang Eka Ganjar Kurniawan dalam keterangannya di Sumedang, Selasa, pada tahun 2025 lalu sekitar 80 sekolah telah diperbaiki, dan pada tahun 2026 upaya revitalisasi akan dilanjutkan.
Dia mengatakan bantuan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kewenangan atas sekitar 600 Sekolah Dasar (SD) dan 125 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Dengan jumlah sekolah sebanyak itu, bantuan tentunya akan dilanjutkan pada 2026 dan bertahap sesuai kebutuhan prioritas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya konkret yang dilakukan oleh Disdik Sumedang antara lain perbaikan ruang kelas, fasilitas belajar, dan sarana pendukung lainnya.
Dirinya juga menyebut bahwa perbaikan ini juga disesuaikan dengan anggaran yang tersedia sehingga tidak semua sekolah bisa diperbaiki sekaligus.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran, sehingga pemetaan sekolah prioritas sangat penting. Bagi kepala sekolah dan media dapat memberikan masukan agar bantuan tepat sasaran,” katanya.
Selain program daerah, Disdik Sumedang juga senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk program revitalisasi menyeluruh sekolah yang berada di bawah wewenang.
Dirinya menyebut program tersebut dapat memungkinkan perbaikan kepada seluruh ruang sekolah, termasuk ruang belajar, perpustakaan, dan laboratorium, meski kuota terbatas.
“Kabupaten Sumedang tetap mendapatkan kuota bantuan pusat pada 2026. Kami optimis dalam lima tahun ke depan, sekolah yang menerima bantuan akan dalam kondisi layak pakai,” tambahnya.
Pihaknya juga menekankan inovasi lain, seperti memastikan fasilitas sanitasi sekolah bersih dan aman bagi siswa sebagai bagian dari upaya konkret meningkatkan kenyamanan dan kesehatan di sekolah.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026