Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan dinas terkait guna menurunkan alat berat untuk membuka kembali jalur utama penghubung antar-kecamatan yang terputus akibat longsor di Kecamatan Campakamulya.

Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, Rabu, mengatakan bencana longsor terjadi pada empat desa di Kecamatan Campakamulya, yang menyebabkan 15 rumah rusak tertimbun longsor, dengan longsor terparah di Desa Campakawarna.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekitar 15 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 36 jiwa terpaksa mengungsi, karena rumah mereka rusak tertimbun longsor, penanganan cepat dilakukan petugas gabungan TNI/Polri dan relawan," katanya.

Hasil pendataan petugas, kata dia, longsor terjadi pada enam titik di empat desa, yaitu Desa Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala, dimana tiga titik diantaranya melanda pemukiman warga dan tiga lainnya menutup jalur utama penghubung antar-kecamatan.

Longsor paling parah terjadi di Desa Campakawarna, kata dia, dimana belasan rumah warga tertimbun, termasuk tempat ibadah, dan memutus akses utama penghubung antardesa, sehingga penanganan cepat dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Cianjur.

Pihaknya meminta dinas terkait menurunkan alat berat karena longsor menutup landasan jalan di tiga titik dengan ketebalan lebih dari satu meter, sehingga arus lalu lintas terhenti untuk sementara.

"Penanganan cepat dilakukan dengan alat berat, sehingga akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan dan warga tidak sampai terisolir, karena jalur yang terputus merupakan akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan," katanya.

Pihaknya menargetkan akses jalan yang terputus dapat dilalui normal setelah penanganan cepat dilakukan pada Rabu (4/2) petang, sehingga warga dapat beraktivitas normal termasuk siswa yang berangkat dan pulang sekolah.

Camat Campakamulya Acep Sopiandi mengatakan bencana longsor yang melanda wilayahnya terjadi setelah hujan turun deras dengan intensitas tinggi, sehingga membuat tebing di sejumlah titik longsor menimbun perkampungan dan jalan utama.

Dia menjelaskan kontur tanah di Campakamulya sangat labil, terlebih ditimpa hujan deras dengan intensitas lebih dari empat jam setiap harinya, memicu terjadinya bencana alam longsor di sejumlah titik.

"Longsor yang terjadi menyebabkan 15 rumah rusak, tiga titik longsor menutup landasan jalan utama sehingga akses terputus sementara, 36 jiwa mengungsi ke tempat yang dinilai aman, saat ini proses penanganan cepat masih berjalan," katanya.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD: Hujan deras picu longsor di empat desa Cianjur, 15 KK terdampak

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026