Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat penanganan banjir Kecamatan Karantengah tuntas dilakukan, dimana 60 kepala keluarga terdampak dipastikan sudah kembali ke rumah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Senin, mengatakan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur selama beberapa hari terakhir menyebabkan bencana alam banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Karangtengah.
Berdasarkan hasil pendataan, dari 60 kepala keluarga sekitar 12 kepala keluarga terdiri dari 32 jiwa sempat mengungsi ke rumah saudaranya sejak Sabtu hingga Senin pagi karena rumah masih dipenuhi lumpur sisa banjir tepatnya di Desa Bojong dan Hegarmanah.
"Warga sudah kembali ke rumah pada Senin siang setelah dibantu petugas gabungan membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir, sebelumnya belasan kepala keluarga sempat mengungsi karena rumah masih kotor dipenuhi lumpur," katanya.
Petugas dengan peralatan lengkap dibantu relawan membersihkan rumah warga dan saluran air yang tersumbat karena sampah, juga mendistribusikan bantuan logistik untuk warga terdampak di dua desa.
Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait guna melakukan tindak lanjut pendangkalan dan penertiban bangunan di atas saluran air dan sungai agar banjir tidak menjadi langganan merendam perkampungan.
Pasalnya tutur dia, sejumlah wilayah di Kecamatan Karantengah kerap terendam banjir karena saluran air tidak berfungsi dengan baik dan terjadi pendangkalan sungai, sehingga saat hujan lebat dipastikan sejumlah perkampungan terendam.
"Dapat dipastikan setiap hujan lebat dengan intensitas lebih dari dua jam sejumlah perkampungan di wilayah Karantengah terendam banjir, sehingga penanganan bersama akan dilakukan dengan dinas terkait guna antisipasi banjir," katanya.
Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda hingga bulan Juni, pihaknya meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026